PENANDATANGANAN - Tampak penandatanganan kontrak adendum OBH yang bekerjasama dengan Kanwil Kemenkumham Sulteng disaksikan pejabat terkait, Senin 20 September 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Organisasi Bantuan Hukum (OBH) di Sulawesi Tengah diharap memaksimalkan peran dalam layanan bantuan hukum bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, Penandatangan Kontrak Adendum OBH, Senin 20 September 2021.

“Kita harap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sehingga penyerapan anggaran dapat terealisasi secara maksimal,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Lilik hadir secara virtual bersama Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Max Wambrauw. Kegiatan turut dihadiri Pejabat Struktural Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, serta Pengawas Daerah dan masing-masing Direktur/Ketua OBH yang bekerjasama dengan Kemenkumham Sulteng.

Diketahui, bantuan hukum merupakan jasa hukum yang diberikan oleh pemberi bantuan hukum secara cuma-cuma kepada penerima bantuan hukum. Pemberi bantuan hukum adalah lembaga bantuan hukum atau organisasi kemasyarakatan yang memberi layanan bantuan hukum berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2011 yaitu lembaga bantuan hukum yang lulus verifikasi oleh Kementerian Hukum dan HAM RI yang biasa disebut OBH. Sedangkan penerima bantuan hukum adalah seseorang atau kelompok orang miskin yang menghadapi masalah hukum.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran teman-teman semuanya yang menunjukan komitmen sinergitas kita. Saya berharap bahwa perubahan anggaran dalam adendum tidak menyurutkan semangat kita untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pendampingan hukum dan penyuluhan yang memerlukan uluran tangan negara yang diwakilkan oleh profesional dari teman-teman semuanya,” ucap Lilik.

Diharapkannya, adanya perubahan anggaran yang menjadi kebijakan pemerintah, diterima dengan tanpa menurunkan kualitas dalam melaksanakan layanan hukum terhadap masyarakat.

“Saya minta outputnya tidak ada penurunan, melainkan semakin meningkat di tengah keterbatasan anggaran, keterbatasan jarak, akses, dan sebagainya,” tandas Lilik.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas