Munari. (Foto: Metrosulawesi/ Ginda Sari)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako (Untad) masih mematangkan rencana Perkuliahan Tatap Muka (PTM). Hal ini diungkapkan Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) Untad, Dr Ir H Munari ST SH MM, Kamis 23 September 2021.

“Berdasarkan rapat kemarin, masih ada beberapa pertimbangan. Nanti kalau ada perkembangan akan kami informasikan,” ungkapnya.

Munari menyebut pihaknya telah mendapat perintah untuk pelaksanaan PTM melalui Surat Edaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 4 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka tahun akademik 2021/2022.

Yang terbaru, perintah PTM oleh Gubernur Sulteng melalui surat edaran nomor 420/855/SATGAS COVID-19. Gubernur memerintahkan agar dilaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap berpedoman surat keputusan bersama Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Munari menambahkan pihaknya akan mengambil keputusan terbaik dalam menyahuti perintah menteri dan gubernur. Sebelumnya, Rektor Untad, Prof Mahfudz MP, belum bisa memastikan pelaksanaan PTM tahun akademik 2021-2022. Ia mengaku masih melakukan kajian bersama jajarannya terkait penyebaran Covid-19 di daerah ini.

“Kami telah rapat dengan Majelis Rektor, sudah ada keputusan diserahkan ke masing-masingperguruan tinggi, boleh masih daring, boleh blended atau boleh juga tatap muka, tergantung sikon. Kita belum bisa pastikan sekarang bahwa harus tatap muka,” ucap Prof Mahfudz di Palu, Jumat, 4 Juni 2021.

Dia mengatakan sampai saat ini proses perkuliahan di Untad masih berlangsung secara daring atau online. Tujuannya untuk memutus penyebaran virus corona yang masih mewabah dan telah menelan banyak korban.

“Tapi kalau ada kegiatan yang memang harus offline, misalnya ujian dan praktikum, kita laksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Rektor.

Menurutnya, untuk membuka PTM harus benar-benar melalui kajian matang sebab mahasiswa yang akan hadir di kampus berjumlah puluhan ribu. Selain itu, wajib diantisipasi penyebaran Covid-19 karena mahasiswa Untad datang dari berbagai daerah di Sulteng dan luar provinsi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas