Yudiawati Vidiana. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana mengungkapkan, sesuai edaran dari Kemendagri bahwa beberapa wilayah di provinsi Sulteng tidak ada lagi masuk level empat, melainkan sudah berada di level tiga dan dua.

“Khusus untuk Kota Palu dan Poso yang baru saja keluar dari masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, sehingga sekarang sudah masuk angka di level tiga. Maka dalam waktu dekat ini telah diizikan melaksanakan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas,” kata Yudiawati, di ruang kerjanya, Kamis, 23 September 2021.

Selain itu, kata Yudiawati, surat edaran dari Gubernur Sulteng baru saja terbit. Dalam edaran tersebut ada beberapa poin yang dituangkan, salah satunya adalah PTM terbatas memang sudah diperintahkan segera dilaksanakan.

“PTM terbatas ini akan segera dimulai, maka kami berharap pihak sekolah sudah matang menyiapkan segala sesuatu fasilitas terkait protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, menjaga jarak, dan menyediakan masker cadangan, serta alat penunjang lainnya untuk mencegah dari pada penularan Covid-19 di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Yudiawati mengatakan, dalam PTM terbatas itu ada beberapa SOP yang perlu dilaksanakan, diantaranya waktu proses belajar mengajar 3×40 menit, kemudian dalam satu kelas kehadiran siswa hanya 50 persen. Jika jumlah siswa per kelas sebanyak 32 orang, maka maksimal hanya dibolehkan 18 orang yang hadir.

“Selain itu kami berharap semua guru dan tenaga kependidikan sudah divaksin. Jika belum, maka segera melakukan vaksinasi. Jika memang ada alasan tertentu karena tidak bisa divaksin, maka guru itu belum dibolehkan mengajar secara tatap muka di sekolah, artinya hanya mengajar secara daring,” jelasnya.

Kemudian kata Yudiawati, belum lama ini Wali Kota Palu menyampaikan bahwa semua siswanya harus divaksin baru bisa ikuti PTM terbatas, tetapi kewenangan Pemerintah Kota Palu itu khusus SD dan SMP.

“Namun kewenangan pemerintah provinsi ada di jenjang SMA, SMK, dan SLB, maka sesuai dengan surat edaran Gubernur Sulteng, PTM terbatas harus berpedoman dari SKB empat Menteri, dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan satuan pendidikan, maka pembelajaran tatap muka secara terbatas harus segera dibuka dalam waktu yang tidak lama,” katanya.

Yang jelas kata Yudiawati, paling lambat pembukaan sekolah secara tatap muka itu pada 1 Oktober 2021.

“Sekali lagi saya menekankan agar sekolah harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Prokes 5M harus ditegakkan dan bagi yang sakit baik guru maupun peserta didik agar tidak datang ke sekolah. Selain itu bagi siswa yang tidak diizinkan orang tuanya belajar secara tatap muka, maka dibolehkan belajar secara daring dengan tetap dalam pengawasan guru, jadi sekolah tidak boleh memaksa siswa untuk ikuti PTM terbatas,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas