Sumarno. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng masih menunda penertiban angkutan plat hitam atau lebih dikenal sebagai angkutan rental yang beroperasi secara ilegal. Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng, Sumarno, mengungkapkan penundaan penertiban dampak pandemi Covid-19.

“Kita tunda karena masih pandemi, nanti dilihat lagi,” ungkapnya, Kamis, 14 Oktober 2021.

Dia menambahkan penundaan penertiban juga terhadap driver atau sopir angkutan sewa khusus berbasis aplikasi online yang beroperasi tanpa kartu pengawasan elektronik (KPE) sampai saat ini. Sebelumnya, Sumarno mengungkapkan Dishub Provinsi Sulteng merencanakan upaya penertiban dengan sasaran angkutan rental pada Agustus lalu.

“Penindakan angkutan rental setelah angkutan sewa khusus (berbasis aplikasi),” ungkap Sumarno, Minggu, 4 Juli 2021.

Diakui, keberadaan angkutan rental saat ini cukup banyak di wilayah Sulawesi Tengah. Angkutan rental beroperasi dengan mobil pribadi berplat hitam dengan tujuan perjalanan ke berbagai wilayah di daerah ini.

“Sekitar 3.000-an, yang mondar-mandir Palu-Morowali sekitar 500, kemudian Morowali sekitarnya yang tidak ke Palu mungkin lebih. Kemudian di Luwuk juga banyak, hari-hari ratusan,” ujar Sumarno.

Sumarno menyebut masyarakat lebih memilih angkutan rental dibanding angkutan plat kuning karena beberapa alasan diantaranya aspek pelayanan, tarif dan kenyamanan. Angkutan rental beroperasi dengan pelayanan jemput-antar ke rumah masing-masing penumpang.

Selain itu, tarif yang dipatok lebih dinamis tergantung kesepakatan antara penyedia jasa dan calon penumpang. Sementara untuk angkutan resmi plat kuning sudah menetapkan tarif yang harus dibayar penumpang.

“Angkutan umum tidak siap dengan perkembangan zaman, mobilnya tidak diregenerasi, kemudian sopirnya juga tidak diberi pelatihan tentang melayani konsumen, akhirnya penumpang lari ke angkutan pribadi (angkutan rental),” ucapnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas