REKONSTRUKSI - Pihak penyidik Sat Reskrim Polres Palu, saat melaksanakan rekonstruksi pembunuhan di Taman Ria. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Anis Hubaib Terbukti Melanggar Pasal 338 KUHP

Palu, Metrosulawesi.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Eko Raharjo SH. MH, dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, menuntut terdakwa Anis Hubaib alias Abah dengan pidana penjara selama 15 tahun, dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, 5 Januari 2021, kemarin.

Anis Hubaib merupakan terdakwa kasus dugaan pembunuhan menggunakan kapak merah terhadap wanita selingkuhannya yakni korban Nurhayati, yang mayat ditemukan warga di tanggul Pantai Taman Ria, Jl. Cumicumi, kelurahan Lere, kecamatan Palu Barat, kota Palu, Juli 2021 silam.

Dalam sidang tuntutan yang dipimpin ketua majelis hakim Panji Prahistoriawan Prasetyo SH. MH, perbuatan Anis Hubaib oleh penuntut umum memang tidak terbukti melakukan pembunuhan dengan sengaja dan berencana terlebih dahulu sebagaimana dakwaan primer pasal 340 KUHP. Namun perbuatannya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana uraian JPU dalam dakwaan subsider.

“Perbuatan terdakwa Anis Hubaib alias Abah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana berdasarkan Pasal 338 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan subsider,” ungkap JPU Dwi Eko Raharjo, membacakan tuntutannya.

Karena itu Anis Hubaib dituntut pidana penjara selama 15 tahun atau tuntutan maksimal dari pasal yang dibuktikan. Tuntutan pidana itu, kata Dwi Eko Raharjo dikurangkan dengan penahanan yang telah dijalani terdakwa serta dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

“Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawan korban Nurhayati. Dan setelah melakukan perbuatan itu terdakwa tidak menyerahkan diri. Sementara hal yang meringankan tidak ada,” tegas JPU Eko sapaan akrabnya Jaksa Pada Kejari Palu tersebut.

Atas tuntutan pidana itu, ketua majelis hakim Panji Prahistoriawan Prasetyo memberikan kesempatan selama seminggu bagi terdakwa dan penasehat hukumnya untuk mengajukan nota pembelaan.

“Jadi kepada terdakwa tolong segera berkomunikasi dengan penasehat hukumnya ya, untuk menyiapkan nota pembelaan,” tutur ketua majelis hakim mengingatkan terdakwa.

Oleh karena itu untuk agenda sidang pembelaan akan kembali digelar pada pekan berikutnya yakni Rabu, 12 Januari 2022.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas