BAHAS NATARU - Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai (kanan atas) saat memimpin rapat koordinasi Forkopimda di ruang kerjanya, Selasa 21 Desember 2021. (Foto: Metrosulawes/ Zulfikar)

Parigi, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Muotong (Parimo) kembali akan memperketat pintu keluar masuk perbatasan.

“Saya minta agar perbatasan khususnya yang ada di perbatasan Sejoli untuk diaktifkan kembali,” kata Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai saat memimpin Rakor Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang kerjanya, Selasa 21 Desember 2021.

Rakor tersebut membahas deteksi dini menjelang Hari Raya Natal 25 Desember 2021 dan tahun Baru 2022 (Nataru).

Wabup mengapresiasi masyarakat Parimo yang telah melakukan vaksinasi Covid.

“Alhamdulillah masyarakat Parigi Moutong sudah banyak yang divaksin, bahkan 400 sampai 500 orang lebih per hari,” kata Badrun.

Rapat tersebut menindaklanjuti instruksi gubernur tentang pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat Nataru 2022.

Instruksi tersebut menekankan kepada para bupati/walikota agar selama periode Nataru tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) dengan ketat. Di antaranya mengaktifkan kembali fungsi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di masing-masing lingkungan, baik pada tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan dan Desa serta Rukun Tetangga (RT) Rukun Warga (RW) paling lama tanggal 20 Desember 2021.

Wabup Badrun meminta kepada segenap masyarakat Parimo untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitias, dan menghindari kerumunan) dan 3T (testing, tracking, treatment).

Badrun juga meminta semua pihak untuk membantu percepatan pencapaian target vaksinasi terutama vaksinasi lansia sampai akhir Desember 2021 mendatang.

Reporter: Zulfikar
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas