PEMUSNAHAN - Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Palu, Fajarini, didampingi sejumlah pejabat saat memusnahan blangko e-KTP yang rusak, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu, memusnahkan 9.081 keping blangko e-KTP yang telah terkumpul dalam kurun waktu satu tahun. 

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Palu, Fajarini, di dalam Permendagri 104 tentang pendokumentasian administrasi kependudukan, dijelaskan bahwa dokumen kependudukan yang tidak valid atau tidak digunakan lagi harus dimusnahkan.

“Pemusnahan yang dimaksud itu tentunya melalui pembakaran, sehingga tidak dapat disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, jika e-KTP yang rusak ini berceceran itu bisa disalahgunakan sebab semua pelayanan publik itu dasarnya NIK,” jelas Fajarini, saat dihubungi Metrosulawesi, Rabu, 20 Januari 2021.

Selain itu kata Fajarini, e-KTP masyarakat yang diganti karena rusak atau ada pergantian elemen data, biasanya KTP warga itu diminta (ditarik) petugas Disdukcapil, kemudian diganti yang baru. Untuk itu e-KTP yang ditarik itu harus dimusnahkan melalui pembakaran.

“Sesuai data berita acara jumlah e-KTP rusak dimusnahkan sebanyak 3.475 keping, kemudian pergantian elemen data sekitar 5.616 keping, jadi total keseluruhan yang kita bakar itu 9.081 keping, dan ini total pengumpulan dalam satu tahun kemarin,” katanya.

Fajarini mengungkapkan, nantinya pemusnahan KTP rusak akan dilaksanakan setiap bulan, sehingga tidak terlalu besar jumlahnya yang dimusnahkan.

“Dengan dilakukan pemusnahan ini, kami berharap tidak ada lagi dokumen-dokumen kependudukan yang disalahgunakan apalagi dengan e-KTP. Maka kita kemarin fokusnya pemusnahanya di KTP elektronik, kalau untuk Kartu Keluarga (KK) dan akte lahir itu belum bisa kita musnahkan, karena kita harus pastikan bahwa dokumen itu tidak akan digunakan lagi, karena itu berkas fisik kita,” ujarnya.

Kata Fajarini, terkait pemusnahan kemarin tidak sempat memberikan undangan keluar, sebab sudah disaksikan oleh masyarakat terdekat kantor, karena diminta ada tanda tangan absen mulai dari ketua RT, tokoh perempuan dan tokoh masyarakat.

Sebelumnya, sebanyak 15.482 keping e-KTP (KTP Elektronik) Kota Palu, yang rusak dan invalid dimusnahkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu, yang disaksikan langsung Kepala Disdukcapil Sulteng dan perwakilan Polda Sulteng, serta masyarakat.

Yang saat itu Plt Kepala Disdukcapil Kota Palu Alfrin Magdalena, mengatakan 15 ribu lebih keping KTP ini, merupakan KTP yang dari Januari tahun 2015 hingga 2018.

“KTP yang dimusnahkan ini merupakan KTP penganti, maupun KTP yang sudah lama di cetak, tetapi masyarakatnya tidak ambil di Dukcapil. Pemusnahan KTP ini juga untuk menhindari penyalahgunaan KTP, maka kami musnahkan,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel

Ayo tulis komentar cerdas