Untad. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI tengah mendorong satu pendidikan untuk melakukan percepatan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka penuh.

Terkait hal ini, Universitas Tadulako (Untad) di Palu menyatakan siap melaksanakan perkuliahan tatap muka (PTM) penuh. Hal ini disampaikan Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) Untad, Dr Ir H Munari ST SH MM, baru-baru ini.

“Kalau sudah ada surat edaran dari kementerian, kita pasti siap laksanakan,” ucap Munari.

Namun demikian, Munari menyebut masih perlu pembenahan sejumlah sarana prasarana untuk menunjang pelaksanaan PTM penuh. Selain itu, masih terdapat gedung-gedung perkuliahan yang sedang dan masih menunggu perbaikan dampak bencana gempa pada 2018 lalu.

“Tapi pihak prodi dan fakultas yang paling tahu, karena mereka yang akan melaksanakan perkuliahan,” ujar Munari.

Munari menambahkan kesiapan untuk PTM penuh didukung pulah telah banyaknya sasaran vaksinasi Covid-19 bagi civitas Untad. Meski diakui belum 100 persen, namun capaian vaksinasi yang ada telah cukup sebagai syarat melaksanakan PTM.

“Kita optimis capaian vaksinasi bisa secepatnya 100 persen bagi civitas Universitas Tadulako,” tandasnya.

Diketahui, Kemendikbudristek melalui Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Jumeri, mendorong berbagai pihak untuk melakukan percepatan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) penuh.

Hal ini menurut Jumeri sebagai upaya menghindari dampak penurunan hasil belajar atau ketertinggalan akibat pandemi covid-19 yang berkepanjangan. Dia menuturkan, selain penurunan hasil belajar, pandemi juga mengakibatkan ancaman putus sekolah, pernikahan dini, kekerasan anak dalam rumah tangga dan penurunan daya saing anak-anak. 

Jumeri juga mencatat, saat ini banyak anak yang putus sekolah, jumlah peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menurun akibat banyak orang tua menunda atau tidak menyekolahkan anaknya di jenjang PAUD. Tak hanya masalah pada penurunan hasil belajar, pandemi juga menyebabkan kejenuhan pada anak-anak. Menurut Jumeri, perlu ada upaya untuk mengatasi kejenuhan ini.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas