Yuslianto. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejak diperkenalkan ke masyarakat pada awal 2019, Program Gadai Sertifikat milik PT Pegadaian Area Palu hingga kini masih terbilang minim.

Pimpinan Deputi PT Pegadaian Area Palu, Yuslianto menjelaskan hal tersebut disebabkan oleh faktor bencana khusus untuk wilayah Kota Palu, Sigi dan Donggala. Ditambah lagi, program ini harus lebih selektif dalam menentukan pilihan terkait nasabah yang melakukan peminjaman.

“Untuk gadai Sertifikat kita termasuk pemain baru di program ini. Makanya sampai saat ini kami lebih berhati-hati. Apalagi, tanahnya di sini banyak yang masuk penentuan zona rawan bencana oleh pemerintah daerah,” tuturnya kepada Metrosulawesi belum lama ini.

Sementara itu, untuk menunjang dan meningkatkan pelayanan terhadap nasabah terkait program Gadai Sertifikat Tanah. Pihaknya mengalihkan program tersebut di beberapa daerah kabupaten di Sulawesi Tengah.

“Jadi untuk wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Poso, dan Tolitoli kita tidak ada masalah karena di sana tidak terdampak cukup parah oleh bencana,” ujarnya.

Ia berharap untuk Kota Palu, Sigi, dan Donggala ke depan ekonomi masyarakat bisa secepatnya kembali bergeliat. Sedangkan, syarat bagi peminjam dana yang pertama harus sertifikat tanah produktif atau paling tidak yang memiliki usaha.

“Masyarakat di Kota Palu sangat antusias sekali, tapi itu tadi yang menjadi kendala penentuan zona rawan bencana sampai saat ini. Dengan kehadiran Pegadaian dapat memberikan nilai manfaat yang lebih bagi masyarakat,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas