Home Ekonomi

2024, Kemiskinan Sulteng Ditarget Satu Digit

133
Hasanuddin Atjo. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Dr Hasanuddin Atjo, mengungkapkan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah pada 2024 mendatang ditarget hanya tersisa satu digit.

“Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2020-2024 Sulawesi Tengah, telah disusun skenario bagaimana memutus rantai kemiskinan,” ungkap Hasanuddin, Sabtu, 7 Maret 2020.

Persoalan kemiskinan dikatakan menjadi salah satu topik seksi dalam setiap pembahasan tentang desa. Pasalnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa hampir setiap desa, terutama di Timur Indonesia menjadi penyumbang terbesar terhadap angka kemiskinan.

Hasanuddin mengatakan hingga 2019, angka kemiskinan Sulteng masih tinggi di atas rata-rata nasional sekitar 13,78 persen. Ditambah lagi dengan kedalaman dan keparahan kemiskinan cenderung meningkat. Demikian pula ketimpangan pendapatan antar wilayah juga meningkat yang digambarkan oleh indek wiliamson.

Saat bersamaan pada 2019, Sulawesi Tengah merupakan provinsi dengan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Namun angka pertumbuhan ekonomi tersebut tidak diikuti penurunan kemiskinan secara signifikan. Dari 13 kabupaten/kota se-Sulteng, hanya dua wilayah yang angka kemiskinannya berada di kisaran satu digit (kurang dari 10 %) yaitu Kabupaten Banggai dan Kota Palu.

“Itu karena sangat jarang terjadi dua tujuan secara bersamaan mampu dicapai, karena sejumlah faktor penghambat dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Sangat jarang pula terjadi sebuah kebijakan bisa memuaskan semua orang dalam waktu bersamaan,” ucap Hasanuddin.

Dituturkannya persoalan kemisikinan menjadi tantangan dan pekerjaan rumah (PR) besar bagi pengganti Gubernur Longki, yang akan mengakhiri masa tugas dua periodenya pada Juni 2021. Terpilihnya pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Pilkada serentak 23 September 2020 menjadi momentum penting dan tonggak sejarah untuk mencapai prestasi terbaik Sulawesi Tengah.

Prestasi terbaik yang dimaksudkannya yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi diikuti dengan angka kemiskinan yang rendah serta ketimpangan pendapatan antar wilayah yang juga rendah.

“Kemampuan inovasi (gagasan, kreatifitas), daya adaptasi (keterbukaan, fleksibilitas) dari Gubernur dan Wakil Gubernur terpilh menjadi kunci bagi pasangan itu untuk mampu memainkan peran guna mencapai prestasi secara bersamaan sesuai harapan,” pungkas Hasanuddin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas