Zaufi Amri. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Hanya Tercatat 12 Perkara dengan 13 Terdakwa Anak

Palu, Metrosulawesi.id – Selama tahun 2021, perkara yang melibatkan atau mengharuskan anak berhadapan dengan hukum (anak terlibat tindak pidana) di Kota Palu mengalami penurunan  yang cukup signifikas dibanding jumlah perkara anak yang ditangani pada tahun 2020 silam.

Data yang dikumpulkan Metro Sulawesi di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, jumlah pidana anak atau anak berhadapan dengan hukum tahun 2021 tercatat sebanyak 12 perkara. 

“Dari ke 12 perkara ini, terdakwanya tercatat sebanyak 13 orang,” ungkap Zaufi Amri SH, Humas PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, dikonfirmasi belum lama ini.

Jumlah perkara itu mengalami penurunan, karena lanjut Zaufi, dibanding dengan yang ditangani pada tahun 2020 lalu tercatat sebanyak 33 perkara  dengan jumlah terdakwa 43 anak.

“Jadi jumlah perkara dan terdakwanya menurun,” katanya lagi.

Ia mengatakan, ke 13 perkara pidana anak ini mulai dari register  Nomor: 1-12/Pid.Sus-Anak/2021/PN Pal telah selesai disidangkan atau diputus  dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Sementara perkara Nomor: 13/Pid.Sus-Anak/2021/PN Pal dalam proses sidang dengan agenda pembacaan putusan dijadwalkan Rabu 5 Januari 2022

“Perkara ini (Nomor: 13) pembacaan putusan awalnya dijadwalkan Senin 27 Desember 2021, tapi ditunda hari ini (5/1/2022),” terangnya.

Masih kata dia, perkara pidana oleh anak didominasi tindak pidana pencurian sebanyak enam perkara. Kemudian penyalagunaan narkotika empat perkara, kejahatan terhadap asusila dua perkara, serta penghancuran atau pengrusakan barang satu perkara. Diketahui, ke 33 perkara pidana oleh anak tahun 2020 terdiri dari tindak pidana pencurian sebanyak 27 kasus, penyalagunaan narkotika empat kasus, serta penganiayaan dan kejahatan kesusilaan masing-masing satu kasus. (prt/*)

Ayo tulis komentar cerdas