Kapolda Sulteng Irjen Pol. Rudy Sufahriadi, saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait kinerja selama 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Operasi Madago Raya 2022

Palu, Metrosulawesi.id – Memasuki tahun 2022, pengejaran terhadap DPO (daftar pencarian orang) teroris di Poso masih menjadi target utama. Menyusul telah diperpanjangnya kembali operasi Madago Raya di Poso.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Rudy Sufahriadi di hadapan wartawan, Jumat pekan lalu mengatakan, tim gabungan TNI Polri terus bekerja untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat dan tokoh agama guna menurunkan para DPO yang masih tersisa agar menyerahkan diri.

“Sampai sekarang belum ada, dan kami harus terus dicari,” kata Kapolda.

Penanggung jawab Operasi Madago Raya itu mengatakan, memasuki tahun 2022, Operasi Madago Raya mengedepankan soft approach. Yaitu pendekatan dengan lebih menitikberatkan pada pengendalian humanis yang lebih persuasif. Metode ini dilancarkan untuk menyebarkan deradikalisasi kepada seluruh elemen masyarakat, napiter, ex napiter dan keluarga teroris.

MASIH DIBURU – Foto empat orang yang masuk DPO (daftar pencarian orang) karena kasus teroris di Kabupaten Poso yang terus diburu aparat gabungan Satgas Madago Raya. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Sampai saat ini masih ada empat DPO yang masih berkeliaran di hutan Poso.

“Dua dari Poso, yaitu Suardin alias Farhan alias Abu Farhan dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir, serta dua dari Bima NTB yaitu Jafar alias pak Guru alias Askar dan Imam alias Galuh alias Nae,” kata Kapolda.

Kapolda mengapresiasi atas capaian pelaksanaan operasi Madago Raya pada 2021. Kala itu, pasukan gabungan berhasil menangkap lima dari sembilan DPO teroris Poso.

Sepanjang 2021, ada lima dari sembilan DPO teroris Poso yang berhasil ditangkap.

“Dua di antaranya yakni Ali Ahmad alias Ali kalora dan Jaka Ramadhan, yang tewas tertembak tim Satgas Madago Raya beberapa bulan lalu,” ucapnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas