Home Ekonomi

Impor Sulteng Selama Maret Naik 55,29 Persen

Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Total impor Sulawesi Tengah selama Maret 2021 senilai US$ 526,63 juta atau naik sebesar US$ 187,52 juta (55,29) persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Selama Januari-Maret 2021, terjadi peningkatan US$ 613,37 juta atau sebesar 129,04 persen menjadi US$ 1.088,71 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk belum lama ini.

Menurutnya, dilihat dari neraca perdagangan dengan seluruh negara mitra dagang, Sulawesi Tengah mengalami surplus senilai US$ 257,09 juta selama Maret 2021 dengan nilai US$ 1.093,95 juta selama Januari-Maret 2021.

“Kalau Maret 2021, impor Sulawesi Tengah didominasi oleh kelompok komoditas mesin-mesin pesawat mekanik senilai US$ 156,33 juta (29,68 persen) dan besi baja senilai US$ 92,28 juta (17,52 persen),” katanya.

Selama Januari-Maret 2021, Dumangar mengungkapkan komoditas yang mendominasi impor Sulawesi Tengah yaitu mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 361,03 juta atau 33,16 persen serta besi dan baja senilai US$ 218,58 juta atau 20,08 persen dari total impor Sulteng.

“Negara Impor Sulawesi Tengah masih tetap mendominasi dari Tiongkok yaitu senilai US$ 289,14 juta atau 54,90 persen. Australia senilai US$ 137,32 juta (12,61 persen), dan Afrika Selatan senilai US$ 130,12 jura (11,95 persen), sedangkan sisanya berada dibawah 5 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, pelabuhan bongkar impor di Sulawesi Tengah selama Maret 2021 didominasi Kolonodale senilai US$ 526,61 juta. Dimana kontribusi Kolonodale mencapai US$ 1.087,09 juta atau sekitar 99,85 persen.

“Kemudian, diikuti oleh Pantoloan senilai US$ 0,90 juta (0,08 persen), Luwuk senilai US$ 0,66 juta (0,06 persen), dan Poso senilai US$ 0,06 juta (0,01 persen),” urainya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas