Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, Dumangar Hutauruk saat memberikan pemaparan terkait kondisi penduduk miskin di Sulteng melalui virtual YouTube. (Foto: Tangkapan layar/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah (Garis Kemiskinan) di Sulawesi Tengah mencapai 404,44 ribu orang atau 13,00 persen.

Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk menjelaskan kondisi kemiskinan bertambah sebesar 0,70 ribu orang dibandingkan dengan September 2020 yang sebesar 403,74 ribu orang.

“Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2020 sebesar 9,21 persen turun menjadi 9,15 persen pada Maret 2021,” jelasnya melalui virtual YouTube, Kamis (15/7/2021).

Sementara itu, Dumangar mengatakan persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2020 sebesar 14,76 persen turun menjadi 14,73 persen pada Maret 2021.

“Selama periode September 2020-Maret 2021, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,88 ribu orang (dari 87,43 ribu orang pada September 2020 menjadi 88,31 ribu orang pada Maret 2021),” katanya.

Sedangkan, untuk di daerah perdesaan turun sebanyak 0,17 ribu orang atau dari 316,31 ribu orang pada September 2020 menjadi 316,14 ribu orang pada Maret 2021.

Di sisi peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

“Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2021 tercatat sebesar 76,68 persen. Kondisi ini menurun dibanding September 2020 yaitu sebesar 76,56 persen,” tuturnya.

Disamping itu, jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, tongkol/tuna/cakalang, gula pasir, mie instan, cabe rawit, bawang merah.

“Sedangkan, untuk komoditi bukan makanan yang besar pengaruhnya adalah biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas