Pelaku usaha pengeringan ikan di Kelurahan Mamboro, Kota Palu pekan lalu, sedang menata ikan basah di atas wadah untuk mengeringkan ikan. Hasil produksinya bergantung pada cuaca. Ikan kering yang dihasilkan dijual ke pasar-pasar tradisional di Kota Palu dan luar Sulawesi Tengah. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama bulan Juni 2021, subsektor perikanan mengalami penurunan perubahan indeks nilai tukar sebesar 1,76 persen atau berubah dari 106,00 pada Mei 2021 turun menjadi 104,14 pada Juni 2021.

Dumangar Hutauruk selaku Kepala BPS Sulteng menjelaskan kondisi ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,07 persen lebih besar dari kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar -1,69 persen.

“Pada kelompok perikanan tangkap (NTN), terjadi penurunan nilai tukar petani sebesar 1,96 persen yakni dari 115,87 pada Mei 2021 turun menjadi 113,68 pada Juni 2021,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, penurunan nilai tukar pada subkelompok perikanan tangkap disebabkan oleh menurunnya indeks harga yang diterima petani (It) pada kelompok penangkapan ikan di laut dan perairan umum masing-masing sebesar 1,89 persen dan 1,20 persen.

Lain halnya pada kelompok perikanan budidaya (NTPi) mengalami kenaikan indeks nilai tukar sebesar 0,72 persen yakni dari 100,91 pada Mei 2021 menjadi 101,64 pada Juni 2021.

“Hal tersebut disebabkan oleh naiknya (It) budidaya air payau sebesar 2,90 persen. Sementara untuk indeks harga yang dibayar petani (ib) tidak mengalami perubahan indeks,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas