Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng, Sutrisno Abusungut saat menyampaikan data dan hasil statistik melalui saluran chanel Youtube. (Foto: Tangkapan layar/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulawesi Tengah selama Juli 2021 sebesar 100,08 atau naik 0,40 persen dibandingkan NTP bulan sebelumnya.

Demikian hal tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng, Sutrisno Abusungut melalui saluran chanel Youtube, Senin (2/8/2021).

Menurutnya, ini ebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan dengan kenaikan

perubahan indeks harga yang dibayar petani, yakni masing-masing sebesar 0,72 persen dan 0,32 persen.

“Peningkatan ini dipengaruhi oleh

naiknya (It) beberapa subsektor yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,34 persen dan subsector hortikultura sebesar 3,79 persen,”

Selain itu, kata dia, untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat sekitar 0,45 persen. Begitu pula dengan subsektor

peternakan sebesar 1,61 persen dan subsektor perikanan naik sebesar 0,19 persen.

Lain halnya dengan Indeks harga yang dibayar petani selama Juli 2021 seluruh

subsektor mengalami peningkatan. Dirinya mengaku ini terjadi oleh naiknya (Ib) beberapa subsektor.

“Yaitu subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,38 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,31 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,29 persen, subsektor peternakan 0,38 persen, dan subsektor perikanan naik sebesar 0,24 persen,” jelasnya.

Sedangkan, untuk Nilai Tukar Usaha Rumahtangga Pertanian (NTUP) sebesar

101,94 atau mengalami peningkatan sebesar 0,57 persen dibandingkan Juni 2021. Sementara ditingkat nasional NTP mengalami penurunan sebesar 0,11 persen bila dibandingkan bulan Juni.

“Terlihat tingkat nasional untuk NTUP juga mengalami penurunan sebesar 0,10 persen. Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani di tingkat nasional pada bulan Juli 2021 masing-masing sebesar 103,48 persen dan 103,77 persen,” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas