KUNJUNGAN KE POSO - Gubernur H Rusdy Mastura (kedua dari kanan) bersama Bupati Poso, Verna Inkiriwang usai mendengarkan pemaparan dari Kapolda Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso, Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf di Poso, Sabtu 31 Juli 2021. (Foto: Biro Adm Pimpinan)

Poso, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng, H Rusdy Mastura berjanji akan menggelontorkan total anggaran sebesar Rp3,6 miliar untuk mendukung operasi Madago Raya—operasi perburuan kelompok MIT (Mujahidin Indonesia Timur) di Poso. Anggaran itu akan dialokasikan pada APBD Perubahan Tahun 2021.

“Terimakasih atas pengorbanan dan dedikasi TNI dan Polri. Dan untuk mendukung Operasi Madago Raya ini, saya sudah memutuskan akan memberikan dukungan anggaran melalui APBD Perubahan Tahun 2021 untuk Polri sebesar Rp2 miliar dan untuk TNI Rp1,6 miliar,” kata gubernur saat berkunjung ke Poso, Sabtu 31 Juli 2021.

Di Poso disambut secara adat oleh Kapolda Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso, Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf dan Bupati Poso, Verna Ingkiriwang.

Gubernur mengatakan, tahun 2021 akan memprioritaskan anggaran untuk pembangunan jalan poros Sausu-Salubanga-Sigi dan bersinergi dengan kabupaten Parigi Moutong, Poso dan Sigi untuk peningkatan pembangunan di wilayah tersebut, seperti sarana Kesehatan dan sarana lainnya. Kedepan seluruh desa harus masuk program Smart Village.

Tahun ini kata gubernur, pemerintah juga akan menuntaskan penyelesaian bencana alam 28 September 2018, bencana Covid-19, bencana Poso dengan teror kelompok DPO MIT Poso.

“Sehingga seluruh kegiatan proyek yang belum lelang saya sudah batalkan seluruh anggarannya dipergunakan untuk seluruh pemulihan Bencana tersebut,” jelas gubernur.

Sebelumnya, Gubernur Rusdy mendapat laporan progres pelaksanaan operasi Madago Raya oleh Kapolda dan Danrem 132 Tadulako.

Kapolda mengatakan, Operasi Madago Raya, adalah operasi penegakan hukum yang  humanis untuk mengeleminir meluasnya paham radikalisme. Menjaga agar tidak terjadi komplik horizontal di masyarakat,  dan mengokohkan sinergitas TNI dan Polri, dengan tujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, mempersempit ruang gerak DPO MIT Poso.

Danren Farid Makruf menambahkan bahwa hambatan utama, masih ada simpatisan yang terus mensuplay kebutuhan DPO MIT Poso.

“Harapan kita agar saudara-saudara kita kelompok DPO MIT Poso dapat menyerah yakinlah negara pasti melindungi saudara-saudara,” kata Danrem. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas