Munari. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Biro Akademik, Perencanaan dan Kemahasiswaan Univeristas Tadulako, Munari, mengungkapkan panitia akan mengeluarkan pengumuman hasil Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Untad sore ini, Selasa, 27 Juli 2021.

“Peserta bisa cek pengumuman melalui akun masing-masing,” ungkap Munari, Senin, 26 Juli 2021.

Dia mengatakan peserta juga bisa melihat pengumuman hasil SMMPTN Untad melalui beberapa koran lokal di daerah ini. Pengumuman melalui koran akan diterbitkan pada edisi Rabu 28 Juli 2021.

Munari mengingatkan bagi yang dinyatakan lolos harus segera melakukan pendaftaran ulang dan melengkapi berkas-berkas sesuai yang dipersyaratkan.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Dr Lukman Nadjamuddin M.Hum, mengungkapkan ujian SMMPTN telah terlaksana dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada Senin-Selasa, 12-13 Juli 2021.

“Untuk pengumuman hasilnya kami jadwalkan pada 27 Juli 2021,” ungkap Lukman kepada Metrosulawesi, Rabu, 14 Juli 2021.

Pengumuman hasil SMMPTN nantinya akan dilakukan secara online dan offline dengan melibatkan beberapa media lokal. Lukman mengatakan dua hari ujian SMMPTN tidak ditemukan peserta yang menggunakan ‘joki’.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Universitas Tadulako, Munari, mengungkapkan kehadiran peserta ujian SMMPTN Untad mencapai 99 persen.

“Kemarin saya keliling mendampingi pak Rektor dengan semua pimpinan, hanya satu dua orang yang tidak hadir. Mungkin sudah lulus seleksi sebelumnya atau ada pertimbangan lain. Yang jelas ada peningkatan kehadiran yang cukup signifikan, lebih dari 20 persen dari tahun kemarin,” ungkap Munari kepada Metrosulawesi, Selasa, 13 Juli 2021.

Dia mengatakan dari pelaksanaan hari pertama ujian hingga hari kedua pada sesi ke tiga berjalan lancar. Tidak ditemukan peserta yang menggunakan jasa ‘joki’ seperti yang terjadi saat ujian SBMPTN beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, aman-aman. Ini pesertanya (SMMPTN) dari Palu, kalau yang lalu (SBMPTN) memang dari luar. Yang ‘ditembak’ bukan Untad, tapi Unhas dengan peserta dari Toraja,” ujar Munari.

Munari menuturkan pelaksanaan ujian dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Setiap ruangan ujian hanya diisi 20 orang peserta yang seharusnya berkapasitas sampai 50 orang.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas