Home Palu

Antisipasi Virus Corona, Dosen Untad Diimbau tak ke Luar Negeri

388
Prof Mahfudz MP. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Dosen di lingkungan Universitas Tadulako (Untad) diimbau dalam beberapa waktu ke depan tidak bepergian ke luar negeri. Imbauan ini disampaikan Rektor Untad, Prof Dr Ir H Mahfudz MP, yang bertujuan untuk antisipasi virus corona.

“Ini kebijakan kita sebagai wujud kepedulian terhadap semua sivitas akademika Untad. Kita tidak ingin keluarga Untad terjangkit virus itu (corona). Untuk antisipasinya yah jangan mendekatkan diri ke wilayah yang terpapar virus corona,” ungkap Prof Mahfudz di Palu, Senin, 9 Maret 2020.

Dia mengatakan beberapa negara saat ini telah diekspos terpapar virus corona, termasuk Indonesia. Olehnya Untad dikatakan perlu melakukan langkah-langkah antisipasi, salah satunya tak bepergian ke luar negeri.

Rektor berharap imbauannya bisa disahuti para dosen minimal sementara waktu melakukan penangguhan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Namun semua dikatakan kembali kepada kesadaran dosen masing-masing.

“Kalau yang berpergian atas nama pribadi kita tidak bisa larang, kecuali membawa nama institusi,” ucapnya.

Imbauan serupa juga dikatakan Prof Mahfudz telah keluar di berbagai perguruan tinggi lain dalam bentuk Surat Edaran Rektor. Olehnya Untad dalam waktu dekat ikut mengeluarkan surat edaran.

“Sudah ada konsep edaran di meja saya seperti yang di perguruan tinggi lain. Tapi mendahului itu, saya meminta dari lubuk hati paling dalam dan penuh rasa hormat, mari kita sama-sama menyikapi hal ini dengan melakukan penangguhan dengan batas yang tidak ditentukan,” ujar Rektor.

Rektor menambahkan imbauan yang disampaikan demi kebaikan bersama dan institusi Untad. Diketahui, kasus positif virus corona di Indonesia kembali bertambah dua orang. Total seluruhnya hingga Minggu, 8 Maret sudah enam orang.

“Hari ini dari hasil (pemeriksaan) 2 kasus positif. Yang pertama kasus 5 laki-laki 55 tahun. Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari kasus kluster Jakarta. Yang tadi kita lakukan suspect bahwa yang bersangkutan confirm positif Covid-19,” kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, dr Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan, Minggu, 8 Maret 2020.

“Kemudian kasus 6 laki-laki 36 tahun. Imported case dia dapat dari Jepang yang dia dapatkan waktu bekerja ABG ABK di diamond princess,” tambahnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas