
Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako (Untad) bekerjasama dengan Islamic Relief Worldwide (IRW) menggelar lokakarya peningkatan kapasitas usaha masyarakat penyintas bencana di Palu dan Sigi sekaligus bursa produk kelompok wirausaha.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Asri, berlangsung di Gedung Media Center Untad pada Rabu, 26 Februari 2020. Peserta berasal dari berbagai kelompok wirausaha yang memproduksi olahan jamur tiram, hidroponik, food processing dan fish processing.
Asri mengatakan Pemerintah Kota Palu akan tetap berkomitmen dan konsisten dalam membantu kelompok usaha bersama, UKM, dan UMKM karena hal tersebut merupakan bagian dari misi mengembangkan kewirausahaan daerah.
“Dengan begitu tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kota Palu dapat berkurang,” ujar Asri.
Sementara Wakil Rektor Untad Bidang Akademik, Dr Lukman Nadjamuddin, mengungkapkan kemitraan yang dibangun antara Universitas Tadulako dan Islamic Relief Worldwide sangat penting dan akan membawa manfaat besar. Setelah kerjasama ini, diharapkan aktivitasnya tidak tidak berhenti.
“Universitas Tadulako akan mengawal agar keberlangsungannya terjaga dalam waktu yang cukup lama,” ungkap Lukman.
MoU kerjasama antara Untad dan IRW dalam rangka membantu usaha masyarakat Kota Palu dan Sigi telah ditandatangani oleh Rektor Untad dan Direktur Islamic Relief Worldwide Indonesia pada 23 Januari 2020.
Tiga hal yang menjadi tugas pokok kerjasama yaitu memberikan pelatihan kewirausahaan, manajemen pemasaran dan pembukuan kepada masyarakat. Pelatihan yang dilakukan yaitu pembuatan business plan, strategi pemasaran serta pembukuan, agar nantinya dapat diaplikasikan oleh masyarakat ketika mendirikan usaha.
Pelatihan sudah berlangsung selama empat hari di Lab. School Palu sejak 7 hingga 10 Februari 2020. Selanjutnya, dilakukan survei untuk melihat seberapa besar dampak atau pengaruh yang diberikan oleh Islamic Relief Worldwide serta melihat kendala yang dihadapi di lapangan agar nantinya diberikan rekomendasi dan saran.
Area Coordinator Islamic Relief Worldwide, Ridwan Miftahul Rahman, mengharapkan agar lokakarya dapat mengundang partisipasi dari stakeholder dan NGO serta kelompok-kelompok usaha yang ada.
“Sehingga usaha-usaha mikro yang telah diberikan pelatihan bisa berkembang dan menyerap tenaga kerja serta mengurangi tingkat pengangguran,” ucap Ridwan.
Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj






























