Home Ekonomi Disperindag-Bea Cukai Koordinasi Awasi Pakaian Bekas

Disperindag-Bea Cukai Koordinasi Awasi Pakaian Bekas

90
Salah satu tempat penjualan pakaian bekas atau biasa disebut cakar di Jalan I Gusti Ngurah Rai Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Terkait pendistribusian dan pengawasan barang impor atau khususnya pakai bekas (cakar), Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan saat ini masih mengkoordinasikan hal itu bersama dengan pihak Bea Cukai.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Dan Tata Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Zulkarnain saat ditemui Metrosulawesi di ruangannya, Senin (23/3/2020).

Ia mengungkapkan pihak Bea Cukai yang lebih mengetahui pasti tentang hal tersebut. Pasalnya, kata dia, lembaga ini masuk dalam sebuah instansi pemerintah yang melayani masyarakat di bidang kepabeanan dan cukai.

“Itu sudah masuk wilayah perbatasan, jadi bukan hak kami. Kalau urusan membatasi dan menjaga barang ilegal supaya tidak beredar itu hak Bea Cukai,” ungkapnya.

Menurutnya, pakaian bekas yang masuk ke Kota Palu itu merupakan barang stok lama sebelum wabah virus Corona. Begitu pula, kata Rudi, dengan penangkapan yang dilakukan Bea Cukai Palu.

“Ini barang yang lama beredar di Palu, tapi saya kurang tahu pasti kalau ada penangkapan dari Bea Cukai karena belum ada informasi,” ujarnya.

Ia menambahkan sesuai regulasi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sangat melarang masuknya barang pakaian bekas ke negara ini. Namun, ia menyebutkan lebih berwenang adalah pihak yang menjaga pintu perbatasan laut ialah Bea dan Cukai.

“Kita juga tidak tahu mana yang barang beredar lama dan baru masuk di sini. Covid-19 inikan sudah beredar diantara kita saja bisa tertular. Kementerian Perdagangan sudah lama melarang pakaian bekas masuk ke Indonesia karena bahaya,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here