Home Politik

Yusuf Lakaseng: Kedermawanan Politisi Bukan Bagi-bagi Sumbangan

649
Yusuf Lakaseng. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Calon anggota DPR RI Dapil Provinsi Sulawesi Tengah, Yusuf Lakaseng, menilai kedermawanan seorang politisi bukan yang paling banyak membagikan sumbangan, tetapi yang banyak melahirkan kebijakan-kebijakan pro rakyat.

Yusuf melihat kondisi seperti itu masih berlaku di masyarakat, dimana yang banyak memberikan bantuan itulah yang layak duduk di DPR. Padahal, sebagai anggota dewan seluruh hidupnya harus diwakafkan untuk rakyat, karena sejak dilantik anggota dewan tersebut sudah dibiayai uang rakyat.

“Di negara demokrasi maju tidak ada hal demikian. Kedemawanan seorang politisi bukan yang banyak meberikan sumbangan, tetapi yang banyak melahirkan ide-ide pro rakyat dan memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan menjadi broker dengan fee tertentu,” tegas Yusuf, saat berbicara dengan Metrosulawesi 21 Januari 2018.

Tampil dengan konsep berbeda, Yusuf Lakaseng, melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI) optimis meraih satu kursi ke DPR RI. Survey internal juga memberikan data demikian, dimana dari tujuh kursi jatah Sulawesi Tengah, Yusuf yakin PSI mendapatkannya satu.

“Kalau terpilih saya akan memperjuangkan agar APBN dibagi meraka ke seluruh daerah, termasuk Sulawesi Tengah. Pasalnya, saat ini Sulawesi Tengah belum mendapatkan porsi yang rata dengan daerah lain, padahal di Sulawesi Tengah potensinya besar sekali, mulai dari sektor pertanian, perikanan kelautan dan pertambangan serta potensi lainnya,” tegas Yusuf.

Perwakilan Sulawesi Tengah saat ini di DPR RI dinilainya belum mampu memperjuangkan kemerataan APBN tersebut. Apalagi pasca bencana alam, Yusuf berjanji akan mengawasi supaya dana bencana alam benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.

Untuk mengamankan satu kursi ke DPR RI, Yusuf menilai PSI minimal meraih suara 125.000, setidaknya sudah mengamankan kursi ke-enam. Yusuf juga realistis melihat lima kursi lainnya milik Gerindra, Nasdem, Golkar, Demokrat dan PDIP.

“Secara realistis lima partai itu sudah mengamankan satu kursi ke senayan, meskipun ada satu partai masih meragukan. Dengan metode pendekatan kepada warga dan tawaran program yang berpihak kepada masyarakat, saya optimis PSI meraih kursi keenam,” kata putra asli Parigi Moutong ini.

Yusuf berharap momentum Pemilu ini masyarakat semakin cerdas memilih wakilnya, mana yang hadir dengan prgram nyata dan mana yang sebatas “membeli” suara. Sebab, pemilu bukan rutinitas, karena Pemilu harus melahirkan wakil rakyat yang 100% hidupnya diwakfkan untuk rakyat. Bahkan kepentingan anak,istri dan saudaranya tidak boleh lebih tinggi dari kepentingan rakyat.

Reporter: Ewin Kandabu
Editor: Masruhim Parukkai

Ayo tulis komentar cerdas