Home Parigi Moutong

Satgas Covid 19 Ditempatkan di Sejumlah Titik Wilayah Parimo

369
Ketua DPRD Kabupaten Parimo, Sayutin Budianto. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)
  • Sayutin : Warga Jangan Panik dan Tetap Jaga Kesehatan

Parimo, Metrosulawesi.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong (Parimo), Sayutin Budianto, kembali mengimbau  Pemerintah Daerah Parimo untuk mengintruksikan Satgas COVID 19 Parimo ditempatkan pada titik-titik tertentu.

Sejumlah titik di Kabupaten Parimo yang menjadi perhatian Satgas Gabungan dalam percepatan dan penanggulangan wabah virus Corona, seperti jalan masuk perbatasan Maleali, jalur Kebun Toboli, jalur Kasimbar – Tambu dan jalur Mendung – Pasir Putih, serta perbatasan Molosifat.

Pentingnya penempatan Satgas gabungan tersebut, diungkapkan Sayutin Budianto. Menanggapi makin meningkatnya jumlah  warga yang terkena wabah Virus Corona di wilayah Indonesia.

‘’Ini penting karena kesiapsiagaan pemerintah setempat sangat dibutuhkan dalam mengantisipasi  merembaknya virus Corona. Makanya, saya berharap Pemerintah Kabupaten Parimo hurs cepat bergerak,’’ ujar Sayutin kepada Metrosulawesi.id, Selasa (24/03/2020).

Diakatakan Sayutin,  selain melakukan pemeriksaan terhadap orang yang masuk ke Parimo, Satgas Covid 19 Parimo juga mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat untuk tetap dalam rumah. Melarang semua kegiatan kegiatan yang bersifat massal, termasuk  pesta pernikahan,’’ katanya.

‘’Masyarakat untuk tidak terlalu panik dalam menghadapi virus ini, dan tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Untuk Pemerintah Daerah Parimo agar melarang dan menghentikan TKA dan WNA masuk ke wilayah Parigi Moutong,” tukas Sayutin.

Lebih jauh, Ketua DPRD ini, menuturkan, agenda demokrasi di Kabupaten Parimo yakni pelaksanaan Pilkades serentak yang akan di gelar 21 April mendatang, harus ditunda.  Disamping itu, diharapkan setiap OPD menganggarkan pengadaan Masker dan Hand Sanitizer setiap ruangan

‘’Satgas COVID 19 agar memiliki alat pengukur suhu badan dan melatih karyawan untuk memahami penggunaannya, dan meminta Pemda untuk menganggarkan pengadaan Masker secara gratis kepada masyarakat Parimo,’’  harap Sayutin  sembari menambahkan setiap rumah makan dan fasilitas umum baik pemerintah maupun swasta wajib menyiapkan Hand Sanitizer. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas