PEMBUKAAN - Tampak peserta kick off dan daring pelatihan bahasa jepang yang dilaksanakan Pemkot Palu di Taman GOR Palu, Minggu 26 September 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Pelatihan bahasa Jepang program Specified Skilled Worker (SSW) masih berlangsung. Kepala Dinas Tenaga Kerja danTransimigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulteng, Arnold Firdaus, mengungkapkan program Specified Skilled Worker (SSW) akan diperluas ke kabupaten di daerah ini.

“Nanti kita perluas ke Kabupaten Buol dan Tolitoli, sudah ada pembicaraan,” ungkapnya, Jumat, 1 Oktober 2021.

Arnold menjelaskan SSW merupakan perekrutan bagi tenaga kerja yang memiliki skill khusus yang akan dipekerjakan ke luar negeri bekerjasama dengan Jepang. Ada sekitar belasan skill 14 bidang skill yang dibutuhkan diantaranya industri dan bidang kesehatan.

Sebelumnya, Arnold mengungkapkan ratusan pencari kerja (pecaker) telah mendaftar untuk mengikuti program SSW. SSW disebut program Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI bekerjasama dengan Jepang.

“Program SSW bekerjasama Kemnaker dengan Jepang untuk merekrut tenaga kerja dengan keterampilan khusus,” ungkap Arnold, baru-baru ini.

Dia mengatakan program SSW dibuka untuk beberapa bidang diantaranya perawat, industri, dan pertanian. Saat ini, pendaftar SSW sedang mengikuti tahapan pelatihan bahasa Jepang yang pelaksanaannya oleh Pemerintah Kota Palu.

“Sudah jalan pelatihan-pelatihan bahasa Jepang, pelatihannya gratis secara online,” ujar Arnold.

Arnold menerangkan peserta pendaftar SSW akan diseleksi sebanyak enam tahapan yang telah ditetapkan Kemnaker. Bagi yang lolos sampai tahap terakhir akan diberangkatkan ke Jepang.

“Tenaga kerja melalui program SSW ke Jepang bisa sampai Rp25 juta gajinya perbulan,” terangnya.

Arnold menambahkan SSW berbeda dengan program magang kerja Jepang karena hanya dua sampai tiga tahun. Sementara SSW disebut bisa sampai lima tahun dan dapat diperpanjang masa kerja.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas