DOKUMEN LENGKAP - Bupati Donggala Kasman Lassa bersama Kadis PUPR Donggala, Hapy Noor Handayani memperlihatkan dokumen bantuan dana percepatan pembangunan pascabencana kepada wartaan, Sabtu 8 Januari 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Bantuan RR Pemprov ke Donggala Tiga Kali Berubah

Donggala, Metrosulawesi.id – Bantuan dana untuk penanganan rehab rekon (RR) pascabencana dari Pemerintah Provinsi ke Kabupaten Donggala mengalami perubahan dari Rp12 miliar menjadi Rp2 miliar. Dana itu berasal dari APBD Provinsi Sulteng tahun 2021.

“Bantuan provinsi awalnya Rp12 miliar, tetapi kemudian turun menjadi Rp11 miliar, kemudian Rp2 miliar. Kita tetap menerimanya dan jalankan prosesnya sesuai aturan,” kata Bupati Donggala, Kasman Lassa kepada wartawan di Donggala, Sabtu 8 Januari 2022.

“Tapi tahun 2022 kita dijanjikan lagi kembali lagi ke angka Rp11 miliar, kota Palu dari Rp27 miliar sisa Rp10 miliar, Sigi hanya Rp6 miliar saja,” tambah Kasman.

Kasman pun menegaskan akan segera memanfaatkan dana tersebut sesuai peruntukannya. Dia menegaskan, dokumen bantuan dana percepatan pembangunan pascabencana sebesar Rp2 miliar yang diberikan pemerintah provinsi sudah lengkap dan tidak ada persoalan lagi. Bahkan kata Kasman, dokumen yang diminta provinsi telah beberapa kali diubah sesuai dengan permintaan Pemerintah Provinsi.

“Atas nama pemerintah kabupaten, berteriama kasih atas bantuan pak gubernur. Tidak ada niatan mau memperlambat proses pencairan bantuan provinsi untuk percepatan penanganan pascabencana di Donggala. Hanya kendala waktu saja kemarin, dan juga mis-komunikasi. Tetap cair itu dana, tidak ada alasan untuk tidak mencairkan,” katanya.

Kasman menjelaskan bantuan dari provinsi itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan di wilayah Kecamatan Sirenja dan kecamatan Banawa. Misalnya, wilayah Banawa ada tersisa 18 unit lagi bangunan Huntap (hunian tetap) satelit di Kelurahan Ganti. Kemudian desa Loli Dondo 19 unit Huntap satelit, desa Loli Saluran 15 unit, dan desa Loli Tasiburi yang penganggarannya mencapai Rp360 juta lebih.

“Bantuan pemerintah provinsi itu ya akan kita gunakan tahun ini untuk di wilayah kecamatan Banawa Kelurahan Ganti, Dan Desa Loli, ada juga Kecamatan Sirenja untuk lima desa. Jadi tidak ada niatan Pemda Donggala memperlambat proses pencairan bantuan dari pemerintah provinsi,” jelasnya.

Kasman juga menyayangkan pemberitaan di salah satu media on line yang mengatakan bahwa pak gubernur curhat dengan wapres terkait kinerjanya yang dinilai lamban menangani bencana.

“Pak gubernur baik dengan kami pemerintah kabupaten Donggala. Pak gubernur sangat memperhatikan tiga kabupaten terdampak bencana pada 28 spetember kemarin. Buktinya tiga kabupaten dibantu dana dalam mempercepat penanaganan bencana. Jadi tidak benar di pemberitaan kalau pak gub curhat ke wapres terkait kami, dikatakan sengaja memperlambat proses pencairan bantuan penganan bencana dari provinsi,” jelas Kasman.

“Tidak betul itu. Saya sudah tanda tangan semua dokumen, tahun ini jug akan cair, hubungan kami sangat baik dengan pak gubernur” tambah Kasman sambil memperlihatkan dokuemn yang sudah lengkap.

Sebelumnya Gubernur Rusdy Mastura di hadapan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Kamis 6 Januari 2022 lalu, mengaku sangat serius menangani masalah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana 28 September 2018. Kepedulian dia sudah tunjukkan, hingga dirinya pun sudah mengalokasikan anggaran sesuai dengan permintaan bupati dan wali kota Palu dengan alokasi anggaran sebesar Rp61,8 miliar. Tetapi yang menjadi permasalahan, Bupati Donggala Kasman Lassa, belum juga mau melengkapi persyaratan pencairannya.

“Saya juga bingung apa alasannya bupati kabupaten Donggala belum mau melengkapi persyaratan tersebut. Tapi semua permasalahan yang ada akan segera dapat diselesaikan bersama Wali Kota Palu Hadianto Rasyid,” ujar gubernur.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas