SWEEPING VAKSINASI - Polisi menggelar sweeping vaksinasi di sejumlah titik seperti yang dilakukan Polsek Palu Barat ini. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Upaya Pemerintah dan TNI/Polri Percapat Capaian Vaksinasi

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah bersama TNI/Polri dan pihak terkait melakukan berbagai upaya untuk mencapai target vaksinasi Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan dengan sweeping di jalan-jalan menyasar masyarakat yang belum vaksin Covid-19.

Bagi yang terjaring dan memenuhi syarat akan langsung disuntikkan vaksin Covid-19. Langkah ini diapresiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng.

“Kita lihat dihadang di jalan masyarakat, ini luar biasa untuk meningkatkan capaian vaksinasi,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Datu Pamusu Tombolotutu, Ahad 9 Januari 2022.

Kata dia, capaian vaksinasi Covid-19 sebenarnya sudah cukup baik di kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Hanya saja terdapat beberapa kendala seperti validasi data dan miskomunikasi yang perlu dibenahi.

“Kota (Palu) luar biasa capaian, Parimo juga dan Tojo Unauna. Mudah-mudahanlah,” tanda Datu.

Sebelumnya diberitakan, bencana non alam pandemi Covid-19 turut menjadi perhatian Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Datu Pamusu Tombolotutu. Dia mengatakan sampai saat ini hanya vaksin yang menjadi andalan mencegah varian baru Covid-19, salah satunya Omicron.

“Hanya itu yang bisa mencegah karena belum ada formula lain,” ujar Datu, Jumat 7 Januari 2022.

Datu meyakini varian baru Covid-19 jenis apapun kuncinya hanya dengan ‘senjata’ vaksinasi. Olehnya diharapkannya target vaksinasi bisa segera tercapai untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd immnuty.

“Target pemerintah paling tidak 70 sampai 80 persen sudah harus tervaksin. Itu yang harus kita penuhi,” ucapnya.

Pada pertengahan Desember lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng mencatat capaian vaksinasi dosis satu bertambah menjadi 55,9 persen dari total sasaran di Sulawesi Tengah.

“Total sasaran vaksinasi 2.135.907 jiwa, yang sudah divaksin dosis pertama 1.293.204 jiwa,” ucapnya melalui keterangan tertulis, Rabu 15 Desember 2021.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas