
Palu, Metrosulawesi.id – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tengah akan melakukan analisa terkait potensi pasar yang terjadi pada komoditas cabai rawit
“Pasalnya, harga cabai tidak menentu dan mengalami fluktuatif atau naik turun. Namun, kita tetap pantau perkembangan cabai,” ujar Manager Bisnis Perum Bulog Kanwil Sulteng, Aan As Arri Wijaya belum lama ini.
Lanjut Aan, wilayah penghasil cabai untuk Sulawesi Tengah ada di daerah Napu, Kabupaten Poso, dan Bulog hingga kini masih mempelajari mengenai hulu sampai hilirnya.
“Tapi jika dilihat dengan kondisi sekarang, harga selalu naik dan tiba-tiba infonya turun. Maka dari itu kami analisa, jangan nanti kami dari Bulog salah dalam menentukan peluang stabilisasi,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa Bulog hanya bisa melakukan intervensi pasar bila ada kenaikan harga sekitar 5-10 persen. Contohnya, kata Aan, seperti potensi komoditas bawang putih dan bawang merah.
“Sebab yang jadi masalah karena produksi tanaman cabai sangat rentan terhadap cuaca. Walaupun disimpan pastinya tidak akan bertahan lebih lama. Begitu pula sistem penanaman dan petani yang harus diperbanyak,” jelasnya.
Sementara itu, Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, David Susanto menambahkan, untuk masyarakat sampai saat ini juga belum terlalu familiar terkait dengan mengonsumsi cabai yang sudah dalam kemasan.
“Jadi masyarakat hanya mengenal cabai segar. Kalau kita main di cabai kering, otomatis konsumen tidak akan membeli karena belum terlalu dikenal,” ujar David.
Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj





























