Presley Tampubolon. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu, Presly Tampubolon mengungkapkan, berdasarkan pertemuannya, bahwa Tim Bank Dunia segera membangun Hunian Tetap (Huntap).

“Namun saat ini dari tim Bank Dunia tersebut, masih menunggu proses yang sedang berjalan yakni warga-warga yang terdampak pembangunannya harus ditempatkan dulu, sesuai dengan kondisi lahan yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Palu,” kata Presly, di Palu, Kamis, 27 Januari 2022.

Kata Presley, maksud Tim Bank Dunia itu adalah, misalnya lahan yang ada di Talise, ada warga yang harus dipindahkan dari lokasi itu karena pembangunan Huntap, maka tentunya warga bersangkutan harus memiliki tempat yang disiapkan oleh pemerintah yang tentunya sudah land clearing.

“Begitupun di Tondo 2, sejumlah warganya telah memberikan dukungan pembangunan Huntap, dengan proses bahwa warga akan menyatakan siap mendukung, dalam bentuk surat-surat pernyataan dan itu sudah berjalan di kelurahan. Para warga ini juga akan ditempatkan di lahan yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah Kota Palu, ATR BPN,” ujarnya.

Menurutnya, warga yang dipercepat pengelokasian tempatnya berasal dari tiga tempat, yakni Talise, Tondo 2, dan ada juga dari Tondo 1.

“Kurang lebih itu sekitar 200 kepala keluarga yang harus relokasi dulu segera dalam bentuk site plan, tentang jumlah By Name By Address (BNBA), dan akan ditempatkan di lokasi yang sudah di land clearing sekarang oleh pemerintah provinsi,” jelasnya.

“Sedangkan secara berkelanjutan nanti, jumlah yang lainnya itu akan dibuatkan sebuah skema, agar mereka juga secara bertahap akan diatur lokasinya sesuai dengan kesiapan lahan,” ungkapnya.

Kata Presly, Pemerintah Kota Palu komitmen untuk melakukan percepatan pembangunan Huntap sebagaimana keinginan Wakil Presiden saat berkunjung ke Kota Palu.

“Maka kriteria-kriteria yang diminta oleh Bank Dunia harus ada kepastian, dimana harus kita buktikan penempatannya, sehingga Bank Dunia telah mendapatkan progres, agar mereka sudah dapat melakukan pelelangan dan lainnya, sehingga Huntap sudah akan dibangun dalam waktu dekat,” katanya.

Presly mengatakan, secara keseluruhan, Huntap yang akan dibangun kurang lebih 6.700, namun yang sudah dibangun sekarang ini baru 2.067, maka sisanya kurang lebih 4.000 Huntap akan dibangun di Tondo II, Talise, dan juga di Huntap Petobo.

“Nantinya dalam pembangunan Huntap, ada surat pernyataan warga yang mengklaim tanahnya bahwa siap mendukung, dan pemerintah akan bekerjasama dengan masyarakat untuk penyelesaiannya. Jadi saat ini sudah tidak ada lagi warga yang klaim, sudah clearing semua,” katanya.

Sementara untuk konsep lahan, kata Presley, itu yang mengetahui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Palu.

“Mereka yang akan siapkan dimana lokasi lahannya untuk warga yang terdampak tanahnya tersebut,” jelasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas