
Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang PKLK Disdikbud Sulteng, Minarni Nongtji, didampingi sejumlah Kepala Seksi Sarana Prasana, dan Kepala Seksi Peserta Didik, melakukan pertemuan dengan para pelatih di Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam pertemuan itu, ada beberapa kesepakatan yang dilahirkan diantaranya adalah rekrutmen pelatih ditiadakan, namun dimanfaatkan pelatih yang ada di SMANOR saat ini.
“Jadi kalau saya punya keinginan bagaimana caranya melahirkan anak-anak berprestasi, tentunya makanannya harus bergizi, dan pelatihnya harus bagus. Namun anggaran sangat terbatas. Oleh sebab itu kita harus bekerjasama mengembangkan SMANOR, sehingga bisa melahirkan atlet berprestasi,” kata Minarni, saat rapat di ruangan Kepala SMANOR, bersama para pelatih, Senin, 17 Januari 2022.
Minarni mengatakan, para pelatih diharapkan menentukan atlet terbaik, dengan kriteria yang sesuai.
“Selain itu, kita di SMANOR ini harus kerjasama dengan Dispora, karena mereka ini juga bagian dari kita dalam pengembangan olahraga. Saya juga berharap kepada para pelatih agar tetap saling kompak dan kerjasama,” ujarnya.
Kata Minarni, pelatih yang ditunjuk ada 16 orang, dan mereka ini tentunya pelatih yang profesional dan sudah berpengalaman.
“Olehnya itu saya mempersilahkan jalanya program di SMANOR. Kami dari Disdikbud siap mendukung, nanti persoalan terkait anggaran kita sama-sama bicarakan dengan baik,” ujarnya.
Minarni mengaku, akan berjuang di luar sana untuk membicarakan dengan Anggota DPRD untuk bisa membantu SMANOR, sehingga dapat melahirkan atlet berprestasi.
“Dalam masa pandemi, memang para siswa kurang maksimal belajar, sebab semua serba virtual dalam hal seleksi masuk di sekolah khususnya di SMANOR, pasti karakter mereka berbeda dengan di seleksi secara tatap muka. Olehnya itu di saat ini berikanlah pembelajaran maksimal, karena sudah bisa PTM,” katanya.
Minarni berharap, para pelatih mengajukan proposal apabila ada yang perlu dibantu, misalnya sarana prasarananya sudah tidak bagus, maka ajukan proposal.
“Insya allah kami upayakan bantu,” ungkapnya.
Kata Minarni, definitif pelatih pada Januari ini sudah akan di SK-kan. Karena rekrutmen pelatih ditiadakan, hal itu disebabkan karena tidak adanya anggaran. Maka dari itu pelatih yang ada dimaksimalkan, sehingga dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Hasil rapat itu para pelatih sangat merespon, dan diskusinya berlangsung alot. Semoga ke depannya SMANOR lebih maju lagi dan melahirkan siswa atau atlet berprestasi,” pungkasnya.
Kepala SMANOR Tadulako Sulteng, Muh. Jufri mengaku, akan menindaklanjuti program-program yang telah disepakati.
“Kami harap para pelatih sudah dapat memulai melatih anak-anak untuk dipersiapkan pada beberapa event olahraga,” jelasnya.
“Ada beberapa cabang olahraga di SMANOR, diantaranya Atletik, Pencak Silat, Bulu Tangkis, Takraw, Taekwondo, Karate, Balap Motor, Catur, Tinju, masing-masing cabang olahraga memiliki pelatih yang profesional,” katanya.
Sementara itu, kata Minarni, sesuai penyampaian Wali Kota Palu, bahwa Sekolah Madani akan diambil alih oleh Pemerintah Kota Palu. Terkait dengan para guru di Madani, Inspektorat nanti akan menanyakan satu persatu kepada gurunya, apakah mau ke kota atau ke provinsi.
“Apabila tetap di Provinsi, maka gurunya akan ditarik sebagian di SMANOR. Olehnya itu saya berharap, dari sekolah menyiapkan data guru apa saja yang kurang,” katanya.
Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj



























