TAK SELESAI - Tribun Lapangan Persido Donggala yang tidak selesai dibangun. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala Metrosulawesi.id – Sejak dibangun tahun 2017 tribun lapangan sepak bola kebanggaan masyarakat Donggala tak kunjung diselesaikan. Bangunan yang menelan APBD sebesar Rp700  juta lebih ini menuai kritikan dari masyarakat Donggala.

“Kasian kita punya lapangan sepak bola, tidak ada jadi-jadi tribunnya. Padahal lapangan ini rumputnya bagus dan sudah banyak tim nasional main di sini, Persipura, PKT Bontang, dan juga tim dari kota Palu, dan lapangan Persido pernah dijadikan home away liga 3 tahun tahun 2016 kemarin,” kata Moh Akib usai menyaksikan laga persahabatan Persido Donggala versus Persipal Palu, Sabtu kemarin di lapangan Persido.

Terpisah, Kadispora Donggala, Damin yang dikonfirmasi di kantornya Rabu (19/1/2022) mengatakan, pembagunan stadion Persido khususnya tribun dananya memang melekat di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) tahun anggaran 2017 dengan total anggaran Rp 700 juta lebih. Hanya saja pada saat itu ia masih menjabat sebagai Sekretaris Dispora.

“Bukan saya kadisnya waktu itu. Pak Ismail kadisnya, saya hanya sekretaris, tapi saya tahu dana stadion Persido pembangunan tribunya itu Rp 700 juta lebih APBD tahun 2017,”  kata Damin Rabu (19/1/2020).

Mantan Kabag Perlum ini menjelaskan tahun ini dinas yang ia pimpin hanya mendapat anggaran APBD tahun 2022 sebesar Rp 1 miliar lebih. Tapi sebagai Kadispora, ia mengatakan bertanggung jawab menyelesaiakn pembangunan teribun yang sudh mangkrak selama lima tahun itu.

Sebab Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah mewanti agar menyelesaikan pembangunan tribun lapangan Persido.

“Waktu proyek pembangunan tribun stadion persido saya sekdis, kadisnya Pak Ismail, tapi saya tau anggrannya Rp 700 juta lebih, dan proyek ini bermasalah menjadi temuan BPK karena tidak selesai,” bebernya.

“Tapi saya berusaha tahun ini mencarikan dana tambahan pembangunan tribun stadion Persido yang ditaksir mencapai Rp 500 juta dengan berkomunikasi secara intens dengan kabid anggaran,” jelasnya.

Ditanya saran warga agar tribun Persido dialihfungsikan menjadi sarang burung wallet, Damin hanya tersenyum. Dia hanya mengatakan memang asas manfaat dari Tribun Persido belum bisa dinikmati.

“Ah jangan begitu kawan, jangan juga bikin sarang burung wallet, saya masih usahakan cari uang pembangunan lanjutan tribun Persido,” pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas