- Soal Proyek Jembatan Gantung Desa Polanto yang Belum Rampung
Donggala, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Donggala, Ardin menegaskan pembangunan jembatan gantung di Desa Polanto Jaya Kecamatan Rio Pakava akan dilanjutkan tahun ini.
“Dua minggu lalu saya ke lokasi melihat langsung kondisinya, jadi untuk warga Desa Polanto Jaya pada khususnya, dan masyarakat Kecamatan Rio Pakava pada umumnya pembangunan jembatan gantung akan dilanjutkan tahun ini,” kata Ardin, di kantornya Kamis 27 Januari 2022.
Ardin menjelaskan keterlambatan pembangunan jembatan gantung di Desa Polanto Jaya disebabkan karena terkendala cuaca. Selain itu, bahan yang dibutuhkan pembangunan jembatan gantung sudah tidak berproduksi lagi. Kendala lainnya adalah pembangunan jembatan gantung terkendala tanaman warga (kelapa sawit).
“Jadi bukan mangkrak atau tidak selesai pembangunannya, memang ada kendala secara teknis, bahan pembangunan jembatan gantung sudah tidak ada, tapi rekanan terus berusaha mencari dan mendapatkan 1 perusahaan di Tangerang, selanjutnya lokasi pembangunan jembatan gantung terkendala sawit, pemilik sawit minta ganti rugi, tapi di anggaran pelaksana tidak ada biaya ganti rugi sawit, tapi rekanan tetap membayar ganti rugi,” sebutnya.
“Cuaca juga menghambat pekerjaan jembatan gantung ini, tapi saya perintahkan rekanan meminta kalau alasan hujan ambil data dari BMKG,” jelasnya.
Ditanya apakah akan memutus kontrak CV Libra Abadi, Ardin menjawab tetap memberikan kesempatan kepada CV Libra Abadi menyelesaikan pekerjaannya.
“Kami tidak putus kontraknya, karena progresnya sudah 90%, dananya juga belum kita cairkan 100%, kita bayar bobot, tapi pihak CV Libra Abadi harus membayar keterlambatan denda, per hari per 1000, angkanya saya tidak pasti PPTK yang menghitung dendanya,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya warga Rio Pakava Amir tega mengeluhkan pembangunan jembatan gantung desa Polanto jaya kecamatan Rio pakava yang belum terselesaikan. Jembatan gantung ini didanai APBN tahun anggaran 2021 dengan pagu Rp 1 miliar lebih.
“Jembatan gantung ini sudah satu tahun rusak, hanya motor bisa lewat, pembangunannya belum selesai,” kata Amir Tega.
Ia menjelaskan jembatan gantung ini akses menuju kebun warga dan penghubung ke Kota Palu dan Donggala, serta menghubungkan desa Minti Makmur, Polando Jaya, Tinauka, Bukit Indah, dan Pantolobete.
Oleh karena itu, jika jembatan gantung ini tidak diperbaiki atau tidak diselesaikan pembangunannya masyarakat Desa Polanto jaya harus memutar arah jika ingin melakukan perjalanan.
“Karena jembatan gantung rusak, warga Desa Polanto Jaya yang mau ke Palu atau ke Donggala harus mutar melalui Tikke atau Kabupaten Pasangkayu dan jaraknya sedikit jauh sekitar 50 kilometer. Kalau jembatan ini bagus hanya 20 kilometer saja,” sebutnya.
Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal






























