BERI KETERANGAN - Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, Dr. Hatijah Yahya. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hatija Yahya mengungkapkan, secara umun di semua satuan pendidikan baik SMK maupun SMA, bahwa sudah wajib di 2022 ini menyelenggarakan Pembelajaran Tata Muka Terbatas (PTMT).

“Jadi tidak ada lagi alasan ada sekolah yang masih pembelajaran jarak jauh (PJJ), itu tidak ada lagi, sebab semua sudah wajib PTMT, sebab di masa sekarang kita sudah mulai beradaptasi dengan pandemi Covid-19,” jelas Hatija, di ruang kerjanya, Kamis, 6 Januari 2022.

Namun, kata Hatija, PTMT kali ini ada kriterianya bahwa, satuan pendidikan yang berada di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level satu dan dua, kemudian secara kebetulan Sulteng berada di level tersebut. Dilihat dari tingkat capaian vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan menjadi indikator.

“Jadi apabila tingkat capaian vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan serta lansia, diatas 80 persen di dosis kedua, maka satuan pendidikan di wilayah itu boleh menyelenggarakan PTM setiap hari dengan jumlah peserta didik 100 persen sekaligus, jika tingkat vaksinasinya tinggi,” ujarnya.

Hatija mengatakan, PTM 100 persen itu tergantung dari capaian vaksinasi. Perlu ditegaskan juga, tingkat ketercapaian vaksinasi baik dosis satu dan dua terhadap peserta didik, itu tidak berpengaruh dan tidak menjadi sebuah ketentuan, sebab ketentuanya itu berdasarkan angka capaian vaksinasi pada sebuah wilayah.

“Meskipun di Sulteng sudah berada di PPKM level satu dan dua, hanya saja tingkat ketercapaian vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan serta masyarakat lansia masih di bawah 80 persen, sehingga PTM di Sulteng masih terbatas,” katanya.

Olehnya itu, Hatija berharap, kepala satuan pendidikan benar-benar mendapatkan data informasi disetiap wilayah, terkait dengan indikator itu. Jangan sampai ada sekolah sudah lakukan PTM 100 persen, tetapi vaksinasi di wilayahnya masih sangat rendah, itu melanggar.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas