PEMANAH PEMULA - Salman Alhafi (4 tahun) bersiap melepaskan anak panah saat mengikuti kompetisi Horsebow Archery kategori Junior di lapangan Beringin Nunu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/01/2022). (Foto: Metrosulawesi/ Addi Pranata)

Palu, Metrosulawesi.id – Klub panahan tradisional yang tergabung dalam wilayah Kelurahan Nunu dan Tatura, Kota Palu, Sulawesi Tengah pertama kalinya resmi menggelar kejuaraan Horsebow Archery.

Turnamen terbuka untuk atlet di Pulau Sulawesi ini, salah satunya bertujuan untuk menjaga keharmonisan warga di dua kelurahan tersebut, yang selama ini tak jarang saling bersitegang.

“Lomba panahan ini bertujuan agar silahturahmi makin terjalin. Ndak bisa kita pungkiri tahun-tahun yang lalu kita dengar dua kubu ini sering konflik. Jadi dengan kegiatan kami bergabung menjalin silahturahmi, mengangkat positifnya,” kata Ami Jalaludin, Teknikal Direction penyelenggara kepada Metrosulawesi, Jumat (28/01/2022).

Kejuaraan yang memperebutkan piala Gubernur itu, diselenggarakan di Lapangan Bola Beringin Putra Jl. Agatis, Kelurahan Nunu mulai tanggal 28-30 Januari2022. Ada sedikitnya 250 atlet panahan yang ikut serta pada kegiatan kali ini untuk memperebutkan total hadiah Rp.30 juta.

“Ratusan atlet itu akan memperebutkan juara di empat kategori untuk masing-masing kelas Junior dan Dewasa. Mereka ada yang berasal dari Gorontalo, Sulawesi Utara, Kendari hingga Makassar, Sulawesi Selatan,” papar Ami.

Ami mengatakan kejuaraan panahan tradisional ini baru kembali diselenggarakan setelah dua tahun Vakum akibat maraknya wabah Pandemi Covid-19. Dia berharap kegiatan ini terus berlanjut bahkan bisa mengadakan turnamen tingkat nasional.

Terlepas dari hadianya yang besar, dia berharap kegiatan ini bisa mempererat tali silaturahmi antara Kelurahan Nunu dan juga tatura. 

“Alhamdulillah lewat lomba memanah ini kita disatukan kembali dan menjalin perdamaian,” pungkasnya. (*).

Reporter: Addi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas