AUDIENCE BERSAMA MENTERI - Dari kiri: Bupati Poso Verna Inkiriwang, Menparekraf Salahudin Uno, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, dan Kadis Parekraf Sulteng I Nyoman Sriadijaya di kantor Kementerian Parekraf di Jakarta, Selasa 25 Januari 2022. (Foto: Ist)

Jakarta, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura melakukan audience dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno di Jakarta, Selasa 25 Januari 2022.

Gubernur tidak sendiri. Dia didampingi Bupati Poso Verna GM Inkiriwang, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng, I Nyoman Sriadijaya, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kunjungan gubernur itu disambut Menteri dengan mengenakan daerah betawi dengan sapaan yang sangat akrab & ramah melalui beberapa ungkapan pantun bermakna tentang destinasi & kuliner yang ada di Sulawesi Tengah, yang dimaksudkan untuk membangkitkan semangat penyelenggaraan pariwisata dan ekonomi kratif khususnya di Sulawesi Tengah.

Gubernur pada kesempatan tersebut memaparkan tentang Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata di Sulawesi Tengah. Dengan rekomendasi Kemenparekraf diharapkan dapat mendukung percepatan peningkatan status Bandara Mutiara Sis Aljufri sebagai Bandara Internasional, untuk mendukung pengembangan lima bandara penyangga Kabupaten di Sulawesi Tengah serta sebagai penyangga Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur.

Kemenparekraf juga diharapkan melakukan sosialisasi Penyusunan Rencana Induk & Rencana Detail Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kepulauan Togean sesuai RIPARNAS Nomor 50 Tahun 2011.

Pada kesempatan itu, Gubernur memintakan dukungan pembangunan destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023 & Dana Dekonsentrasi 2023 untuk peningkatan Kapasitas SDM Parekraf & Promosi Parekraf.

Di akhir paparan, Gubernur Rusdy meminta agar Sulawesi Tengah diberi minimal tiga event daerah dapat masuk pada Kharisma Event Nasional (KEN) 2022, dan berharap Menteri Salahudin dapat melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Tengah.

Di bagian lain, Kadis Pariwisata Sulteng, memohon agar Kemenparekraf dapat mendukung pembangunan dan pengembangan destinasi prioritas Sulawesi Tengah, yaitu untuk Kawasan Lore Lindu dan Kawasan Kepulauan Togean yang keduanya merupakan kawasan Cagar Biospere, dan masing-masing sudah memiliki master plan dan kajian teknis serta dapat mendukung kajian pengembangn potensi Geopark Sesar Palu Koro, Danau Tektonik Poso & Anjakan Batui/Lempeng Dasar Laut tertua agar dapat ditetapkan sebagai Warisan Geologi Nasional.

“Isu tentang Cagar Biospere & Geopark sangat memungkinkan Sulawesi Tengah akan lebih dikenal di Mancanegara,” katanya.

Sementara, Bupati Poso Verna Inkiriwang, memohon agar Festival Danau Poso yang dulunya sebagai event mayor Sulawesi Tengah, dan sebelum Covid 19 sudah masuk dalam Calender of Event (CoE). Dan untuk tahun ini kembali dapat didukung sebagai Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.

Menteri Salahudin dan semua deputi yang hadir mendukung yang menjadi rekomendasi yang disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Pariwisata dan Bupati Poso sesuai dengan kewenangan masing- masing, bersama-sama membangun Kolaborasi, Adaptasi dan Inovasi untuk kemajuan Parekraf khususnya di Sulawesi Tengah. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas