
- Retribusi Pengangkutan Sampah Rumah ke Rumah
Palu, Metrosulawesi.id – Komisi III (C) Bidang Pembangunan Daerah DPRD Palu, Provinsi Sulawesi Tengah menyoroti keras rencana program Pemkot Palu ihwal retribusi jasa pengangkutan sampah rumah ke rumah oleh DLH Palu berdasar pemakaian daya listrik.
Diwakili Syarif, anggota Komisi III DPRD Palu menilai program tersebut wajar menuai polemik karena ketidaksiapan Pemkot Palu mengimplementasikan ke masyarakat.
“Kami masih terngiang di kepala kami bahwa DPRD meminta satu sampai dengan lima kelurahan yang harus dijadikan pilot project dulu. Kemudian baru melaksanakan program yang wow ini,” bebernya.
Karena menurut Syarif jika mengambil lima kelurahan sebagai proyek induk program itu, akan otomatis kelihatan hasil dari masing-masing masyarakat.
Meskipun pihaknya menekankan program tersebut sangat didukung anggota DPRD Palu, namun didahulukan pematangan sejak sosialisasi ke masyarakat Palu.
“Ingat dan perhatikan program ini jasa bukan pajak, otomatis ini bukan kewajiban (membayar). Nah semestinya Pemkot khususnya DLH Palu menyiapkan betul secara matang (metode) pelayanan atas jasa tersebut,” tekan Syarif.
Pria dari Fraksi Gerindra ini menambahkan, agar Pemkot Palu dan jajaran teknis lebih dulu menjelaskan kepada masyarakat perihal biaya jasa pengangkutan sampah tersebut, termasuk khususnya kesiapan armada sampah beserta petugasnya.
Sebelumnya, Syarif mengungkapkan, DLH Palu sebagai punggawa program belum siap mengimplementasikannya kepada masyarakat.
“Kenapa menuai polemik di tengah masyarakat? Kalau Ibu Usna (Kabag Hukum Pemkot Palu) mengatakan bahwa ini sudah melalui uji publik, kami DPRD Palu pun juga tidak tahu di kelurahan mana mereka uji publik sosialisasi soal ini. Mungkin (sudah) dilaksanakan sosialisasinya, tapi menurut kami belum cukup hingga hari ini,” ujar Syarif kepada Jurnalis Metrosulawesi, Selasa sore, 25 Januari 2022.
“Yang menuai polemik ini jauh dari kata (hasil) sepakat apa yang (telah) kita bahas di parlemen sebelumnya,” tambahnya.
Dia mencontohkan, mobil pick up atau armada yang semestinya mengangkut sampah dari rumah ke rumah sesuai rencana program itu belum dilakukan.
“Sumber daya yang ada di dalamnya (armada) itu harus mengangkut dari rumah ke rumah. Tapi kenyataannya sampai hari ini tidak dilaksanakan. Jauh dari ekspektasi yang kami harapkan,” bebernya.
Hasil pantauan langsung Syarif sejak beberapa hari terakhir di tempat tinggalnya di Kelurahan Tanamodindi, kernet armada sampah hanya mengangkut sampah di depan lorong perumahan.
“Saya contohkan di kelurahan tempat tinggal saya, kernetnya itu hanya turun di depan lorong mengambil sampah, bukan justru mengangkut di rumah yang masuk lewat lorong itu,” imbuhnya.
Dia menekankan, DPRD Palu sekaligus mitra DLH Palu tetap mendukung program tersebut. Namun saja program ini seharusnya dimatangkan sejak awal mulai tingkat grass root (akar rumput).
Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj




























