LANGSUNG DITAHAN - Sekdis BPMD Donggala, MR didampingi kuasa hukumnya Wawan Ilham (kiri) saat menjalani pemeriksaan lanjutan di Kantor Kejaksaan Negeri Donggala, Kamis 25 April 2019. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosualwesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Sekretaris Dinas (Sekdis) Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Donggala, berinisial MR terseret dugaan korupsi dana desa tahun anggaran 2015. Dia menjalani pemeriksaan lanjutan di Kejari Donggala, Kamis 25 April 2019.

Kacabjari Sabang, Erfandi Rusdi Quilem SH MH saat ditemui di Kantor Kejari Donggala membenarkan, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap Sekretaris BPMD berinisial MR.

“Iya benar tersangka MR sudah kami tahan sejak hari Senin kemarin dan sekarang kami lakukan pemeriksaan lanjutan di kantor Kejaksaan Negeri Donggala,” kata Erfandi.

Erfandi menjelaskan, tersangka MR diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan dana desa tahun anggaran 2015. Kala itu kata Erfandi, MR masih menjabat sebagai camat Sojol.

“Sebelum menjabat sekdis BPMD, MR adalah camat sojol pada saat menjabat Camat Sojol, Mr merekomendasikan dirinya sendiri menjadi kepala desa Bukit Harapan di Kecamatan Sojol dikarenakan kades sebelumnya meninggal dunia. Nah di sinilah titik awal dugaan korupsi dana desa dimulai,” sebutnya.

“Tahun 2015 itu kan awal kucuran dana desa yang paling besar diturunkan pemerintah. Dan saat menjabat kepala desa Bukit Harapan, Mr melakukan penyelewangan APBDS tahun 2015 sebesar Rp553 juta,” jelasnya.

Erfandi juga menambahkan penahanan MR sudah sesuai mekanisme dan telah memenuhi unsur untuk dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan terhitung sejak 21 april.

“MR sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak tiga kali, termasuk ekspose perkara, kemudian didukung alat bukti dan keterangan saksi,“ katanya.

Amatan Metrosualwesi hingga pukul 14.15 wita tersangka Mr yang didampingi pengacaranya Wawan Ilham SH masih menjalani pemeriksaan lanjutan di kantor Kejaksaan Negeri Donggala.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas