KARAPAN SAPI - Sejumlah warga memacu sapi peliharaannya saat perlombaan karapan Sapi di Desa Tinggede Selatan, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (24/01/2022). (Foto: Metrosulawesi/ Addi Pranata)

Sigi, Metrosulawesi.id Setelah sekian purnama akhirnya masyarakat di Desa Tinggede Selatan, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah,  kembali menggelar lomba Karapan Sapi. Lomba Olahraga tradisional itu diselenggarakan sejak tanggal 15 Januari 2022 di salah satu tanah lapang daerah setempat dan segera akan memasuki babak final.

“Rencananya kamis(besok,red)  itu agenda final, sekaligus penutupan,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Iswan, kepasa Metrosulawesi, Senin (24/01/2022).

Iswan menjelaskan, lomba karapan sapi ini memang baru kembali diselenggarakan setelah sekian lama vakum. Dia bilang ada sebanyak sedikitnya 120 ekor pasang sapi yang mengikuti kegiatan.

“Ditambah lagi ada peserta pengajakan atau membeli nomor registrasi ulang itu ada sekitar 40 pasang ,” ujarnya. Sebagian sapi berasal dari Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Ratusan ekor sapi yang bertanding, lanjut dia, akan memperebutkan juara di dua masing masing kategori yakni A Bergengsi dan Mini Compound. Adapun masing-masing kategori kembali dibagi menjadi 4 kelas. Setiap juara kelas akan diadu untuk menentukan juara umum.

“Nanti hadiahnya panitia telah menyiapkan dua ekor sapi untuk masing-masing juara umum,” ungkap Iswan.

Karapan Sapi diketahui merupakan olahraga tradisional yang terkenal dimulai di daerah Madura.

Di Sigi, menurut Iswan, karapan Sapi sudah masuk kategori modernisasi. Jika di Madura karapan masih menggunakan kayu, di Sigi setiap sapi kini dipasangkan gerobak yang ditunggangi oleh masing-masing joki.

“Ini adalah upaya masyarakat daerah setempat untuk tetap melestarikan budaya salah satunya lewat olahraga tradisional,” tutur Iswan. (*)

Reporter: Addi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas