Pemimpin Bulog Kanwil Sulteng, Basirun (kanan) saat mendampingi Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita pada acara peluncuran beras Maleo yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Sutan Raja, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Beras Maleo yang dihasilkan oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah. Saat ini brand tersebut akan menuju produk yang berskala Nasional.

Demikian hal itu disampaikan langsung Manager Bisnis Perum Bulog Kanwil Sulteng, Aan As Arri Wijaya usai dihubungi Metrosulawesi melalui gawai, Minggu (23/1/2022).

Diungkapkan, produk ini telah mengantongi izin resmi dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian dengan nomor izin edar Kementan RI PD.72.13-A.I-01-00006-5/2021.

“Segi tampilan kemasan mengadopsi seluruh kearifan lokal. Pemaknaanya adalah, selain beras berkualitas, agar masyarakat bisa mengenal beberapa ciri khas daerah,” ujarnya.

“Seperti batik bomba, dan burung maleo (burung endemik Sulteng). Cita rasa khas beras Sulteng menjadi pilihan terbaik dalam memenuhi asupan kalori dan gizi yang penting bagi tubuh,” ujarnya menambahkan.

Lanjut dia, hal itu terinspirasi dari dua ikon daerah dan dua warna modern. Beras Maleo hadir sebagai khasanah kearifan lokal yang mencerminkan produktivitas budidaya masyarakat Sulteng.

“Terutama yang akan terus ditingkatkan kualitas dan kuantitas produksinya menuju produk berskala nasional, dengan cita rasa khas yang tidak dimiliki daerah lain,” tutur Aan.

Beras Maleo sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium. Beras Maleo kemasan 3 kg dibanderol dengan harga Rp38.400 per pcs, dan 5 kg dengan harga Rp64.000 per pcs.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas