
Palu, Metrosulawesi.id – Perlahan tapi pasti persoalan lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) Tondo 2 di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore Kota Palu, mulai terselesaikan. Sebanyak sebanyak 701 KK (kepala keluarga) berjanji tidak akan menghalangi pembangunan huntap.
Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi untuk mendapatkan bahan bagi laporan Gubernur Sulteng, H Rusdy Mastura kepada Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. Rapat tersebut dipimpin Wakil Gubernur, Ma’mun Amir di ruang kerjanya, Kamis 22 Januari 2022.
Kepala BPBD Kota Palu,Presley Tampubolon pada kesempatan itu mengatakan, sudah ada surat pernyataan dari 701 KK masyarakat Tondo yang menyatakan tidak akan menghalangi pembangunan Huntap Tondo 2.
Kadis Tata Ruang Kota Palu, Mohammad Rizal mengatakan, sebenarnya lokasi untuk pembangunan huntap Tondo 2 tidak ada masalah. Tetapi, dengan adanya tuntutan dari 49 KK, sehingga perlu dicari solusi penyelesaiannya dan untuk itu perlu dukungan dari Kementerian ATR/BPN.
Kepala Balai Pemukiman PUPR menyampaikan, alokasi anggaran untuk membangun Huntap Tondo II sudah tersedia. Tetapi hal tersebut kembali terkendala soal kesiapan lahan.
Dia mengatakan, Tim Bank Dunia akan melakukan kunjungan ke Palu untuk mengetahui secara pasti tentang proses penyelesaian permasalahan lokasi Pembangunan Huntap Tondo II.
“Sepanjang tidak ada masalah lagi atas lahan tersebut akan segera dilakukan pembangunan,” katanya.
Wabup Ma’mun mengatakan, gubernur diundang Wapres ke Jakarta untuk melaporkan progres penyelesaian permasalahan penyiapan lokasi Huntap Tondo II.
Wabup kembali menagih janji Pemkot Palu untuk segera menyelesaikan permasalahan lahan Huntap Tondo 2 itu sampai akhir Februari 2022, sebagaimana telah dijanjikan oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di hadapan Wapres di Palu belum lama ini.
Wakil Gubernur meminta Kepada Satgas PUPR dan OPD Kota Palu agar membuat laporan progres sampai dengan saat ini, supaya menjadi bahan laporan bapak Gubernur kepada Wapres.
Di akhir rapat tersebut Wabup meminta agar semua pihak lebih memikirkan kepentingan orang banyak, kepentingan masyarakat terdampak dan pembangunan kembali kota Palu pasca bencana 28 September 2022.
Reporter: Udin Salim




























