Pj Sekda, Wakil Ketua DPRD Sulteng Alimudin Paada, dan H Mulhanan Tombolotutu selaku ahli waris keluarga meletakkan gambar pahlawan nasional Tombolotutu di ruang pameran Taman Budaya dan Museum Sulteng, Senin (17/1). (Foto: Admin Pimpinan)

Palu, Metrosulawesi.id – Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan Tombolotutu Melalui Muatan Lokal menjadi tema seminar yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulteng, kemarin (17/1).

Dinas Dikbud Sulteng bekerja sama IKA Untad, Yayasan Mahaswara Indonesia dan Institut Tombolotutu dalam menggelar seminar ini. Narasumber yang dihadirkan antara lain Wakil Rektor Untad Dr Lukman Najamudin, M.Si, PGRI Sulteng, Kabid Kebudayaan Dr Rachman Ansyari, dan H Mulhanan Tombolotutu dari keluarga Pahlawan Nasional Tombolotutu.

Seminar digelar di Auditorium Taman Budaya dan Museum Sulteng dibuka oleh Pj Sekdaprov Sulteng HM Faisal Mang. Dalam sambutannya Faisal mengatakan agar sejarah perjuangan Tombolotutu dimasukkan dalam kurikulum pelajaran sejarah di sekolah.

“Supaya pelajar dapat mengenal dan menjadi Tombolotutu sebagai idola dan teladan,” kata Faisal mewakili Gubernur.

Lebih lanjut Pj Sekda mengungkapkan bahwa lewat seminar dapat menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme Tombolotutu dalam mengusir penjajah.

“Mudah-mudahan lewat seminar ini akan lebih meningkatkan pemahaman sejarah dan penyerapan nilai-nilai perjuangan Tombolotutu sebagai inspirasi dan energi di tengah masyarakat,” katanya.

Nur Sangadji dari IKA Untad mengatakan bahwa mempelajari sejarah dapat membuat orang jadi lebih bijaksana.

Ia pun berharap ke para guru sejarah yang mengikuti seminar ini dapat meneruskan ilmu yang diperoleh ke peserta didik.

“Teruskan pelajaran ini ke anak-anak Kita. Ajarkan Mereka tidak sekedar menghafal nama-nama dan tahun-tahun tapi ajarkan Mereka tentang spirit yang dibawa Tombolotutu,” imbuhnya.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas