Imran Latjedi. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Masa kontrak pengerjaan pembangunan Puskesmas Towulu, Desa Towulu, Kecamatan Kulawi dan Puskesmas Banasu, Kecamatan Pipikoro telah berakhir pada 2021. Namun pengerjaannya belum selesai.

Wakil Ketua II DPRD Sigi, Imran Latjedi berharap pembangunan dua Puskesmas tersebut dapat dilanjutkan pada tahun ini. Diketahui, dua Puskesmas tersebut sebelumnya dikerjakan oleh CV. Karya Adhiguna Lestari dan CV. Karya Nugraha Pratama, dengan angaran belasan miliar.

Imran mengatakan proyek fasilitas kesehatan bagi masyarakat ini diharapkan dapat dilanjutkan dan dapat diraskan manfaatnya bagi masyarakat.

“Salah satu harapan masyarakat Kulawi terkusus di Desa Towulu dan sekitarnya adalah tersedianya fasilitas dalam hal pelayanan kesehatan begitu pula harapan masyarakat di Kecamatan Pipikoro, dengan dibangunnya Puskesmas rawat inap di Desa Banasua,” ujarnya, Selasa, 15 Februari 2022.

Namun kata dia, dengan berbagai alasan dan kondisi alam, kedua Puskesmas tersebut tidak selesai dikerjakan. Bahkan saat ini telah putus kontrak karena tak satupun pekerjaan mencapai 70 persen.

Anggota Fraksi Nasdem itu berharap, kedepannnya bagi perusahaan yang akan melanjutkan proyek tersebut harus memahami kendala-kendala dilapangan, agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

Imran sangat menyayangkan kepada dua perusahaan yang menangani proyek fasilitas kesehatan tersebut. Olehnya ia menegaskan agar perusahaan tersebut di blacklist.

“Ini menjadi pelajaran agar kedepannya semua perusahaan yang mengerjakan fisik benar-benar bisa dan mampu mengerjakan sesuai target yang telah di tentukan yang pasti menjaga kwalitas pekerjaan tanpa mengabaikan tenaga lokal sebagai bentuk pemberdayaan,” ujarnya.

“Saya berharap semoga dua puskesmas tersebut kedepannya bisa di lanjutkan, hingga saudara kita di sana bisa merasakan manfaatnya,” tutupnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas