
- Penjualan Minyak Goreng
Palu, Metrosulawesi.id – Adanya penjualan minyak goreng murah yang di subsidi oleh pemerintah, membuat omset pendapatan pedagang pasar tradisional merugi hingga mencapai sekitar 60%.
Bahkan, para pedagang di Pasar Induk Tradisonal (PIT) Kota Palu banyak mengeluhkan hal tersebut. Sebab keuntungan yang dihasilkan sangat berbeda dari sebelumnya.
Abdul Rahim, pedagang di Pasar Masomba mengaku bahwa masyarakat saat ini kebanyakan lebih memilih melakukan pembelian minyak goreng di toko ritel karena harganya murah.
“Kalau mau ikut dengan harga subsidi pemerintah, yang pasti setengah mati kita pedagang kecil begini dan akan rugi sekali. Sedangkan harganya kita jualkan Rp19-Rp22 ribu per liter,” ungkapnya.
Dikatakan, sebelum adanya subsidi para pedagang mampu menjual sekitar 4 sampai 5 dos minyak goreng. Namun, kata dia, hingga kini hasilnya belum terlihat maksimal hampir seminggu terakhir.
“Kalau sekarang biar satu dos minyak goreng saja belum laku terjual. Informasi yang kami terima rencana distributor di sini akan menurunkan harga dikisaran Rp14 ribu, tapi tidak tahu kapan,” katanya.
Sama halnya diungkapkan Herawati yang juga merupakan pedagang di seputaran Pasar Masomba. Diakui, pembelian dari masyarakat sudah berkurang karena ada minyak goreng murah tersedia di toko ritel.
“Dari kemarin tidak ada lagi masyarakat beli minyak goreng di pasar. Meskipun harganya telah kami turunkan menjadi Rp18 sampai Rp20 ribu per liter. Tapi itu tidak berpengaruh ke omset,” ucapnya.
Seperti diketahui, kebijakan ini merupakan upaya Pemerintah dalam menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau melalui ritel modern. Sementara untuk pasar tradisional diberikan waktu satu minggu melakukan penyesuaian.
Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin



























