Home Hukum & Kriminal

Kasus Mantan Ketua DPRD Morut Diputus 15 Juni

SIDANG KORUPSI - Suasana sidang kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan kantor DPRD Morowali Utara di Pengadilan Tipikor Palu, Senin 15 Februari 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Syarifuddin: Masak Saya Korupsi Tanah Sendiri

Palu, Metrosulawesi.id – Mantan Ketua DPRD Morowali Utara (Morut) terdakwa dugaan korupsi pekerjaan perencanaan pembangunan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tahun 2015, Syarifuddin H.Madjid mengaku heran dengan kasus yang menimpanya.

Pasalnya, dalam perkara tersebut dirinya sebagai pemilik lahan/tanah yang digunakan untuk membangun kantor DPRD Kabupaten Morut, malahan hanya menjeratnya kedalam proses hukum dan dituduh telah melakukan korupsi atas tanahnya sendiri itu.

“Yang punya tanah saya, masa saya harus dibilang korupsi tanah sendiri. Seharusnya tidak seperti ini,” ujarnya kepada Metrosulawesi di Pengadilan Negeri Palu, Rabu 2 Juni 2021, usai mengikuti sidang tanggapan jaksa (replik) atas pledoi yang diajukannya melalui kuasa hukumnya.

Dalam perkara ini, Syarifuddin dituntut dengan pidana penjara selama 4 tahun dengan denda Rp200 juta subsidar tiga bulan kurungan, serta membayar uang pengganti subsidar 2 tahun kurungan, apabila tidak dibayarkan. Namun uang pengganti tersebut sudah dibayarkannya.

Sementara itu, dalam perkara ini persidangan telah memasuki babak akhir dengan agenda pembacaan putusan oleh hakim Tindak Pidana Korupsi pada PN Palu, pada tanggal 15 Juni 2021 mendatang.

Reporter: Salam Laabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas