RAPID TEST - Relawan Parigi Moutong menjalani Rapid Test Antibodi di kantor BPBD Parimo sepulang dari Sulbar. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id – Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong Abd. Azis Tombolotutu menerangkan, bahwa relawan Parigi Moutong yang baru saja balik dari Sulawesi Barat (Sulbar) jalani Rapid tes antibodi.

Dia mengatakan, baru relawan dari beberapa OPD yang baru saja mengikuti rapid tes antibodi. Sisanya, pihaknya berencana akan kembali melaksanakan rapid tes Kamis 28 Januari 2021 di BPBD Parimo.

“Dan dari 45 relawan yang menjalani rapid tes antibodi hari ini, hanya satu yang terbaca reaktif,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa satu relawan Parimo yang terbaca reaktif rapid tes antibodi itu berasal dari Tagana Dinsos Parimo. Dan saat ini, relawan itu akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari, sebagai langkah mengikuti protokol kesehatan.

Relawan Parigi Moutong. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

“Kegiatan rapid tes antibodi itu dilakukan karena relawan Parigi Moutong baru saja pulang dari Sulbar dan hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan Penyebaran COVID-19,” ungkap Abd. Azis Tombolotutu selaku Kalak BPBD Parimo pada sejumlah Wartawan usai melakukan Rapid tes di kantornya, Rabu 27 Januari 2021.

Lanjut dia, Sulbar masuk dalam Zona Merah penyebaran COVID-19, yang menurut Kemenkes RI Zona Merah adalah zona yang tingkat penularannya sangat cepat.

“Untuk itu, setelah relawan Parigi Moutong usai dari Sulbar, maka tim kemanusiaan relawan Parigi Moutong perlu melakukan Rapid tes antibodi, sebelum kembali beraktifitas di tempat tugasnya masing-masing, karena Relawan Parigi Moutong ini berasal dari berbagai OPD Parimo,”terang Abd. Azis Tombolotutu.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas