G. A. Nasser. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,27 persen selama November 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulawesi Tengah, Gamal Abdul Nasser, dalam keterangan tertulis, 2 Desember 2019.

Menurut Gamal, dari 82 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 3,30 persen dan terendah di Kota Malang sebesar 0,01 persen. Kota Tanjung Pandan mengalami deflasi tertinggi sebesar 1,06 persen, sementara Kota Batam dan Denpasar mengalami deflasi terendah sebesar 0,01 persen.

“Kota Palu menempati urutan ke-8 inflasi tertinggi dikawasan Sulampua dan urutan ke-27 secara Nasional,” ujarnya.

Urai Gamal, kenaikan indeks harga terjadi pada kelompok bahan makanan (0,79 persen), diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,30 persen), kelompok kesehatan (0,27 persen), kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,11 persen), kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,05 persen), serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,01 persen). Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,24 persen.

“Inflasi tahun kalender bulan November 2019 terhadap Desember 2018 sebesar 1,46 persen, sementara inflasi year on year (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 2,58 persen,” katanya.

Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,27 persen yang dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang terjadi pada kelompok bahan makanan (0,79 persen), diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,30 persen), kelompok kesehatan (0,27 persen), kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,11 persen), kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,05 persen), serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,01 persen). Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,24 persen.

Pada periode yang sama, inflasi year on year Kota Palu mencapai 2,58 persen. Kenaikan indeks year on year tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 5,69 persen, sedangkan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan indeks terendah sebesar 0,22 persen.

Inflasi Kota Palu sebesar 0,27 persen disumbangkan oleh andil kelompok bahan makanan sebesar 0,17 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,07 persen, kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan andil di bawah 0,01 persen.

Sedangkan andil negatif disumbangkan oleh kelompok sandang sebesar 0,01 persen. (*)

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas