Home Banggai Laut

Sekda Balut Ungkap Alasan ADD Berkurang

21
SOSIALISASI - Pelaksana Jabatan Sekretaris Daerah (Pj Sekda) menjelaskan mengenai Alokasi Dana Desa (ADD) di kecamatan Banggai Tengah, Rabu (8/7/2020). (Foto: Metrosulawesi/ Purnomo Lamala)

Balut, Metrosulawesi.id – Pelaksana Jabatan Sekretaris Daerah (Pj Sekda) melakukan lanjutan sosialisasi mengenai isu pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) ke 7 kecamatan. Sosialisasi kali ini dilaksanakan di kecamatan Banggai Tengah, Rabu,( 8/7/2020).

Dalam Sambutannya Pj Sekda Balut Idhamsyah Tompo mengatakan karena ini tahun politik segala tindak kegiatan pemerintah daerah diisukan untuk kepentingan politik.

“Ada isu mengenai ADD ini dipotong untuk kepentingan pak Bupati mau mencalon lagi, saya jelaskan tidak ada hubungannya antara Bupati dengan ADD,” kata Idhamsyah.

Terkait sumber ADD hal ini berdasarkan aturan PP Nomor 43 Tahun 2014 Pasal 96 bahwa ADD yang bersumber dari APBD Kabupaten yaitu 10% dikali dana perimbangan dikurangi dana alokasi khusus (DAK), untuk DAK adalah Dana Alokasi Umum (DAU) ditambahkan dengan Dana Bagi Hasil,

“Karena adanya pandemi Covid-19 ini, pemerintah pusat melalui Kemenkeu melakukan pemotongan DAU guna penanganan covid-19, pemotongan ini bukan hanya di Balut saja tapi di seluruh Indonesia,” terangnya.

Karena Pandemi covid-19 ini juga, lanjut Idham, berimbas pada PAD Balut yang ikut turun.

“PAD kita juga ikut turun, pajak daerah kurang, karena pengunjung hotel ikut turun, restoran sepi pengujungnya, sehingga Dana Bagi Hasi kita turun juga,” jelasnya.

Selain itu, ia menjelaskan, untuk Pemdes dan Ketua BPD diharapkan untuk saling bersinergi.

“Kepala desa dan BPD bisa melakukan edukasi ke masyarakat secara cerdas, jelas dan bertanggung jawab terkait pemotongan ADD ini, untuk kepala desa diharapkan transparansi kepada Ketua BPD kalau ADD kita berkurang karena APBD kabupaten berkurang juga,” tambahnya.

Reporter: Purnomo Lamala
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas