Home Palu Jurnalis di Sulteng Dibekali Pemahaman Etika Pemberitaan

Jurnalis di Sulteng Dibekali Pemahaman Etika Pemberitaan

71
Ketua AJI Palu, Muhammad Iqbal memberikan materi dalam Workshop Etika Dalam Mengabarkan, di Palu, Sabtu 7 Desember 2019. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pesatnya penyebaran informasi dan teknologi serta maraknya perkembangan media, wartawan perlu diberi pemahaman etika dalam mengabarkan. Merespon hal itu, Ikatan Jurnalis Kriminal (IJK) Sulawesi Tengah menginisiasi dan menggelar Workshop bertajuk ‘Etika Dalam Mengabarkan’, Sabtu 7 Desember 2019.

Workshop yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Palu,  diikuti sekitar 50 orang Jurnalis  dari berbagai media yang ada di Kota Palu,  Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong.

Narasumber yang dihadirkan pada workshop tersebut, selain Ketua AJI Palu, Mohammad Ikbal, Dewan Etik PFI Palu Basri Marzuki, yang membawakan materi Etika Foto Jurnalistik. Selain kedua narasumber dari media tersebut, panitia juga menghadirkan narasumber terkait pada materi kemitraan.

Khusus kemitraan yang dihadirkan, antara lain  Kapolres Palu AKBP H Moch Sholeh, Kepala Kantor Basarnas Palu Basrano, dan Kepala Penerangan Korem 132/Tadulako Kapten Inf Ahmad Jayadi.

Workshoop dibuka Pataruddin mewakili panitia penyelenggara, dan selama sesi materi, Wartawan TV One Abdi Mari bertindak sebagai moderator.

Dewan Etik PFI Palu, Basri Marzuki, saat memberikan materi terkait kode etik dalam pengambilan foto.(Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Ketua panitia Workshop Etika Dalam Mengabarkan, Rahmat Dany, menuturkan,  kegiatan ini selain bentuk silaturahmi sesama jurnalis, juga upaya untuk saling memberi pemahaman terhadap kerja-kerja jurnalis, khususnya etika yang harus dipatuhi jurnalis dalam memberitakan, baik itu dalam penulisan berita maupun dalam penayangan foto-foto atau video.

“Dalam beberapa kasus misalnya masih banyak ditemukan media yang menulis nama korban atau pelaku kejahatan anak tanpa menginisial. Termasuk misalnya foto korban dan pelaku anak yang dimuat media tanpa memblur wajah korban maupun pelaku kejahatan anak,” kata Dany menjelaskan.

Dany yang juga jurnalis Rajawali TV menambahkan, berkat dukungan dari peserta dari beberapa media baik, cetak, online, media elektronik juga bantuan dari sejumlah mitra di antaranya, Polres Palu, Basarnas, Danrem 132 Tadulako dan pihak lain yang turut mendukung kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik.

“Harapan kita dengan kegiatan ini kerja kerja jurnalis di Kota Palu dan Sulteng secara umum, bisa lebih memahami kode etik dalam memberitakan,” ucapnya. (*)

Reporter: Djunaedi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here