Home Ekonomi Pertamina Bantah Elpiji Langka di Parimo

Pertamina Bantah Elpiji Langka di Parimo

63
PANTAU - Sales Eksekutif Elpiji V PT. Pertamina (Persero) Wilayah Sulteng, Ardian Dominggo W Sukarno melakukan pemantauan di sejumlah pangkalan elpiji di Parigi. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.id – Sales Eksekutif Elpiji V PT. Pertamina (Persero) Wilayah Sulteng, Ardian Dominggo W Sukarno mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemantauan di sejumlah pangkalan elpiji di Parigi dan melihat kondisi di lapangan. Dikatakan, memang masih banyak kekurangan, di antaranya banyak yang menjual di atas HET yang dilakukan pangkalan maupun pengecer.

“Untuk itu, bagi pangkalan yang tetap menjual di atas HET (harga eceran tertinggi), maka kami segera memerintahkan agen elpiji untuk membuat surat Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) pada pangkalan yang menjual di atas HET,” tegas Ardian pada sejumlah wartawan usai memantau keadaan pangkalan di Parigi, Jumat 17 Mei 2019.

Dia mengatakan, bahwa pihaknya menginginkan pangkalan itu memberikan nomor antrean kepada masyarakat yang membeli.

“Karena tujuan kita ini adalah untuk melayani masyarakat dengan baik dan memenuhi kebutuhan mereka, saya juga berharap pada teman-teman media agar dapat memberikan informasi pada kami (Pertamina), ataupun agen terdekat dan bisa langsung melaporkan pada Pemda. Jika ada temuan teman di lapangan segera kabari kami, untuk memberikan sanksi pada pangkalan nakal itu, dengan cara teman-teman media mengirimkan foto atau bukti vidio pangkalan yang nakal itu, sehingga dengan adanya laporan itu, kami secepatnya akan menindaklanjutinya dan memberhentikan pangkalan itu,” harapnya.

Ardian sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa kondisi elpiji di Kabupaten Parimo itu tidak langka, karena posisi SPBE di Parimo itu selalu full. Penyaluran ke pangkalan sampai jam 22.00 Wita.

“Nah, ketika kita bicara langka, kita harus tanya lagi ke pihak pangkalan, apa sebenarnya yang membuat ada kelangkaan, karena setiap harinya kita salurkan tabung elpiji se Parimo itu sebanyak 6.800 tabung. Dan untuk di bulan ini tepatnya di bulan Ramadhan dari tanggal 1 Mei 2019 hingga 17 Mei 2019 kami menambahnya lagi sebanyak 8.100 tabung per hari,” katanya.

“Sehingga jika dikatakan langka, itu tidak benar karena barang selalu ada, sehingga jika ada yang bilang elpiji langka, kita harus cari tahu lagi bahwa barang atau tabung elpiji itu untuk apa, karena seperti yang kita dapat di lapangan bahwa masih banyak pengecer yang masih mencari elpiji untuk mereka jual lebih tinggi lagi dari HET, maka itulah yang harus kita kontrol bersama agar tidak ada lagi pangkalan maupun pengecer Nakal dalam menjual elpiji di atas HET,” jelasnya.

Satu Pangkalan Kena Sanksi

SALES Eksekutif Elpiji V PT. Pertamina (Persero) Wilayah Sulteng, Ardian Dominggo W Sukarno mengungkapkan, sesuai hasil dari pantauan pihaknya di lapangan hari ini Jumat 17 Mei 2019, bahwa terdapat pangkalan yang melakukan penjulan di atas harga eceran tertinggi (HET), sehingga untuk menindaklanjuti temuan itu maka pihaknya langsung memberikan Surat PHU pada pangkalan tersebut.

Pangkalan yang di PHU itu yakni pangkalan atas nama Rahman alamat Kelurahan Bantaya, dengan temuan pangkalan itu menjual elpiji di atas HET dan menjual gas melon pada warung-warung besar. Pangkalan atas nama Ulfa alamat kelurahan Kampal dengan temuan di lapangan bahwa pangkalan tersebut menjual gas melon di atas HET yakni mereka menjualnya 30 hingga 35 ribu.

“Akan tetapi pangkalan atas nama Ulfa itu masih kami telusuri dulu sesuai laporan masyarakat, sedangkan pangkalan atas nama Rahman itu langsung kami buatkan surat PHU, karena terbukti menjual gas melon di atas HET,” tegasnya.

Dia menambahkan, bahwa pihaknya sangat berterimakasih pada Pemda Parimo yang sudah membantu untuk melakukan sidak pada pangkalan maupun pengecer yang menjual gas melon di atas HET.

“Untuk itu kita menjamin penyaluran elpiji itu aman, karena kita akan terus menindak pangkalan pangkalan yang menjual di atas HET,” tutupnya.

Reporter: Zoel Fahry
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here