Ads - After Header

Teks Drama Singkat, Pengertian, Ciri, Unsur dan Contoh Naskah

Redaksi Metro

Teks Drama Singkat, Pengertian, Ciri, Unsur dan Contoh Naskah

Banyak sekali yang belum mengetahui penjelasan apa itu Teks Drama Singkat. Maka dari itu kami disini akan menjelaskan mengenai pengertian teks drama, ciri-ciri, unsur dan juga contoh naskah Drama.

Drama adalah sebuah pementasan yang di lakukan oleh beberapa orang di atas panggung. Drama biasanya terdiri dari beberapa orang yang membentuk sebuah klompok drama. Serupa dengan teater, Namun drama memiliki atmostfer pertunjukan yang lebih real atau hampir serupa dengan kehidupan yang nyata. Drama ini biasanya di tampilkan pada saat pentas seni di sebuah daerah ataupun di suatu sekolah.

Tentunya untuk mementaskan drama di perlukan teks atau narasi yang di bangun untuk pementasan tersebut, teks yang di gunakan pada saat pementasan drama di sebut sebagai teks drama. Namun beberapa karya teks drama tidak di tampilkan di dalam pementasan, Akan tetapi hanya untuk di baca dan juga di nikmati layaknya sebuah cerita novel, bahkan ada beberapa teks drama yang di angkat menjadi sebuah film

Nah kebetulan di dalam ulasan kali ini kami akan membahas mengenai teks drama. Pembahasan teks drama ini akan meliputi pengertian teks drama, sebuah unsur yang terdapat di dalam sebuah teks drama, Ciri -ciri dari teks drama, dan kami juga akan memberikan beberapa contohnya. Untukitu jika kamu penasaran dengan teks drama ini. Kamu bisa menyimak dan memahami ulasan di bawah ini dengan seksama. Ulasan nya adalah sebagai berikut ini :

Pengertian Teks Drama

Drama merupakan suatu ragam sastra yang atau karya sastra yang di tuliskan dalam suatu bentuk pencakapan atau dialog serta beberapa narasi yang menentukan latar, suasana, keadaan, waktu, tempat dan hal – hal mendetail lainnya. Jumlah personil yang biasa nya tampil di atas panggung drama yaitu 4 – jumlah yang tidak di tentukan. Orang – orang ini akan tampil secara bergantian di atas panggung drama.

Teks drama singkat merupakan sebuah naskah atau skenario mengenai alur cerita dari sebuah drama yang menjadi pedoman atau prosedur untuk berjalan nya sebuah drama di atas panggung. Sebagian besar dari teks drama ini berisikan percakapan atau dialog antara 1 orang dengan orang lainnya. Tentunya dari dialog – dialog tersebut menyampaikan sebuah pesan baik tersirat atau pun secara terang – terangan.

Drama secara meluas sering kali di artikan sebagai suatu jenis sastra yang berisikan tentang nilai – nilai kehidupan yang di sajikan dalam bentuk pertunjukkan atau pementasan yang di suguhkan dengan dialog dan juga gerak pemeran nya.

Unsur – unsur dalam Drama

1. Alur

Alur adalah sebuah rangkaian peristiwa atau kejadian yang di bentuk agar dapat menggerakkan suatu cerita atau naskah yang ada di dalam drama tersebut. Alur ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu alur maju, alur mundur dan yang terakhir adalah alur campuran

2. Tema

Tentunya dalam sebuah teks ataupun cerita selalu memiliki suatu tema, begitu juga dengan teks drama ini. Tema adalah suatu gagasan atau ide pokok yang menentukan arah alur dari drama tersebut. Tanpa tema, suatu drama akan terkesan acak – acakan

3. Tokoh

Tokoh merupakan seseorang atau karakter yang ada di suatu karya teks cerita, contoh nya seperti karya teks drama ini. Tokoh dalam sebuah drama terbagi menjadi 2 bagian yaitu tokoh utama dan tokoh pendukung. Tokoh utama diantaranya ada tokoh antagonis ( Tokoh jahat di dalam suatu drama ) dan juga tokoh protagonis ( Tokoh yang penokohan nya baik hati ). Lalu tokoh pendukung di dalam drama biasa di sebut dengan tritagonis ( Orang ketiga ).

4. Latar

Salah satu penentu sebuah drama itu sukses atau tidak adalah berdasarkan latar yang dapat di rasakan langsung oleh para penonton. Latar adalah gambaran dari waktu, tempat dan juga kondisi atau keadaan yang ada di dalam sebuah teks drama.

5. Amanat

Amanat merupakan suatu pesan moral yang di sampaikan di dalam sebuah teks drama. Amanat ini biasa nya bersifat tersirat atau juga bisa di katakan tersembunyi di dalam teks drama tersebut. Cara menentukan sebuah pesan yang tersirat adalah menyimpulkan alur dari drama tersebut. Akan tetapi tak jarang juga ada beberapa drama yang menyampaikan amanat nya secara terang – terangan.

Ciri – ciri Teks drama

  • Semua cerita yang terdapat di dalam teks drama memiliki dialog atau percakapan antar tokoh nya. Semua ucapan perkataan mutlak di tulis sebagai sebuah teks.
  • Obrolan yang di tuliskan di dalam naskah drama bukanlah kalimat langsung, jadi tidak di tuliskan memakai tanda petik
  • Naskah dari sebuah drama harus sejalan dengan petunjuk yang di berikan kepada tokoh atau pemeran yang ada di dalam suatu drama.
  • Naskah petunjuk untuk suatu drama biasanya di tulis diatas, atau pun di samping percakapan tokoh drama.

Beberapa Contoh Teks Drama

Contoh Teks Drama Exposisi

Eksposisi merupakan bagian awalan dari suatu teks drama yang menampilkan ruang, waktu, kepribadian, atmosfer hati, serta tingkatan realitas drama tersebut. Terdapat beberapa contoh yang mengharuskan kamu untuk memperhatikan nya ketika menulsi eksposisi di dalam sebuah drama

  • Awalan suatu drama berisi sebuah informasi atau setting yang berkaitan dengan sejumlah informasi mengenai latar terciptanya teks drama tersebut. Eksposisi dipakai pada saat memulai sebuah adegan.
  • Fungsi eksposisi ini berfungsi untuk mengawali cerita drama.
  • Eksposisi berisikan peristiwa yang memuat suatu pertanyaan – pertanyaan dramatik ataupun kesimpulan dari cerita tersebut

Contoh Teks Drama Monolog

Drama monolog merupakan pementasan drama yang dilakuka oleh satu orang atau juga diskusi dapat dikala adegan. Jenis drama ini umumnya dimainkan dalam pementasan drama ataupun seni. Bacaan drama monolog terbuat sebagai sebuah bekal untuk si aktornya supaya mengantarkan kedudukan serta mengatakan pesan yang mau di informasikan kepada para penonton di pertunjukan tersebut.

Teks drama monolog ini biasanya menyampaikan sebuah pertanyaan atau keresahan ke pada diri sendiri, Artinya teks drama ini merupakan dialog dengan diri seniri. Berikut ini kami akan memberikan beberapa contoh mengenai teks drama monolog. Yuk simak contoh – contoh yang ada di bawah ini :

  • Demokrasi.

Aku sangat mnenyadari,  Aku sangat mencintai demokrasi. Tetapi apakah orang sepertiku bisa menjadi pejuang demokrasi itu sendiri, seperti Soekarno, bung hatta, Syahril, Tan Malaka, dan pejuang-pejuang lain nya.

Di negeri yang indah ini demokrasi memang sangat dijunjung tinggi, akan tetapi kita seolah-olah merayakan demokrasi namun memotong lidah orang-orang yang berani menyampaikan aspirasi dan juga pendapatnya begitu kata Soe Hok Gie.  Ya kurasa memang seperti itu realisasinya undang-undang yang saat ini dibuat oleh pemerintah semakin hari semakin memerampas hak – hak untuk berbicara

Katanya, negeri ini adalah negeri demokrasi tetapi Mengapa hak bicara tak diberikan kepada masyarakatnya. atau mungkin hak bicara memang tetap ada, tetapi masyarakat seperti dibatasi dengan undang-undang yang saat ini ada.

Ah sudahlah lah orang orang sepertiku bisa apa, aku seorang bisa bersuara. Tetapi tetap saja yang menjadi penguasa di negeri ini adalah orang-orang yang bergelimang harta, orang-orang yang duduk di kursi kursi nan megah disana.

jiKalau nanti aku ada di sana, Di kursi-kursi megah, di tempat-tempat ber-ac, sebisaku, aku akan mempertahankan arti dari sebuah demokrasi itu sendiri.

  • Pandemi covid – 19

Bosan rasanya jika setiap hari kita diharuskan untuk tetap berdiam diri di rumah, karena pandemi  covid -19 yang saat ini tengah melanda negara kita belum juga mereda. Terlebih belakangan ini jumlah pasien yang terkena virus tersebut kian hari kian meninggi.  Sampai kapan pandemi ini ada di negeri kita tercinta.

Sudah lelah rasanya, setiap hari melakukan aktivitas dari rumah, belajar dari rumah, sekolah dari rumah, kerja dari rumah, dan hampir semua aktivitas kita lakukan di rumah. Akan tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya bisa berdoa semoga pandemi ini segera mereda dan kita bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala tanpa adanya masker, face shild, ataupun protocol kesehatan pandemi  lainnya.

Bersabarlah lebih lama lagi, Ketika pandemi ini sudah mereda, aku yakin, segala rindu akan menjadi temu, segala harap akan menjadi kenyataan, amiin.

Contoh Teks Drama Modern

Drama modern ataupun drama kontemporer merupakan tipe pertunjukan yang menampilkan cerminan kehidupan di zaman ini dengan bermacam permasalahan yang timbul. Terdapat banyak sekali judul dari drama modern yang dapat dipertunjukkan baik di Tvi maupun pementasan seni. Berikut ini merupakan salah satu contoh dari naskah teks drama modern yang temakan komedi

  • Dilarang mencontek

Di sebuah sekolah menengah atas ada 4 orang anak bernama Rena, Ririn, Zainal, dan Roy. mereka merupakan sahabat karib setiap aktivitas mereka lakukan dengan bersama-sama dan saat ini mereka sedang merasa sangat berbahagia karena salah satu dari mereka baru saja ada yang memenangkan sebuah Perlombaan di media sosial. akan tetapi keadaan tiba-tiba berubah menjadi menegangkan ketika ada sebuah kabar dari kesiswaan sekolah yang mengatakan bahwasanya besok akan diadakan ujian.

Rena : Eh apakah  kalian sudah belajar untuk ujian besok.

Roy :  santai saja kita pasti bisa kok mengerjakan ujian seperti itu.

Zainal : oh iya, besok kan ada ujian, astagfirullah aku belum sempat mengerjakan nya.

Rena :  jangan sampai nilai ulangan ku jelek Jika nilai ulangan ku jelek pasti aku akan kena hukum.

Zainal : Ah tetapi palingan hukuman yang diberikan itu hanya lari sebanyak 10 keliling lapangan sekolah.

Rena: Bukan seperti itu Zainal, hukuman yang akan diberikan saat ini berbeda dari yang sebelumnya, kita akan diberikan hukuman berupa adanya kelas tambahan bagi siapa saja yang nilai ujiannya di bawah rata-rata ( seketika pandangan nya di alihkan ke arah zainal)

Ririn : Kalau aku sih alhamdulillah sudah belajar kemarin, dan kayaknya malam ini juga aku akan belajar lagi untuk menghadapi ujian.( Sambil menutup kerupuk dadanya sebagai ungkapan rasa bangga )

Saat bel pulang sekolah berbunyi mereka kembali berkumpul untuk pulang,  pada saat kesempatan itu juga mereka sepakat untuk saling bertatuhan. Barang siapa yang nilai ujiannya lebih tinggi diantara yang lainnya maka dia bebas memerintah kepada orang yang nilai ujiannya paling rendah diantara mereka.

Rena, Zainal, dan Ririn mereka berusaha keras untuk mendapatkan nilai ujian yang tinggi. Agar nantinya tidak terkena hukuman dari taruhan yang telah mereka sepakati.

Sedangkan Roy dia pun sangat bekerja keras, namun berbeda roy berusaha untuk membuat contekan di kertas kecil yang akan dia tempelkan di dasi dan juga sepatunya.

Waktu telah berlalu kini saatnya hujan dimulai

( saat ujian )

Asep : silakan kalian buka lembar soal yang telah bapak bagikan sekarang!

RIrin : Bismillahirohmanirohim.

Roy : Wah soal ini adalah soalnya sama persis seperti yang aku siapkan contekannya semalam ( Sambil meletakkan kertas contekan yang dia punya di punggungnya Pak Asep )

Roy : saatnya memulai rencana B ( Kemudian ia sedikit menaikkan kakinya untuk melihat kertas contekan yang telah di tempelkan di atas sepatunya )

Roy : Ah bukan yang ini ( Sembari kebingungan )

Roy : Nahh! Yang ini baru benar ( Seraya mengambil kertas contekan yang telah ia tempelkan di dasinya )

Roy : aahhh, akhirnya selesai juga ( Sembari sedikit merebah kan diri di kursi dan juga tertawa puas melihat teman-temannya kebingungan saat mengerjakan ujian )

Satu jam telah berlalu dan akhirnya ulangan pun telah selesai. Keesokan harinya Pak Asep membagi kan lembar hasil ujian kepada semua murid yang ada di kelas tersebut.

Pak Asep : Ini hasil ujian kalian buka (  Seraya memberikan hasil ujian kepada murid-muridnya)

Ririn : Alhamdulillah nilai ujian ku 85( tersenyum puas)

Zainal : hahaha alhamdulillah, aku dapat nilai 65. lumayan dari pada hasil ujian kemarin yang cuman 60.

Roy: Lah Pak apa-apaan ini kok nilai ujian saya cuman 50

Pak Asep :  saya yang seharusnya bertanya kepada kamu, kenapa soal ujian nomor 11 sampai dengan 20 yang ada di balik lembar ujian gak kamu isi ?

Roy : apa memangnya masih ada soal lagi ya di balik lembar itu ( Sembari kebingungan )

Ririn : hahaha, kali ini kamu kalah Roy! dengan kekalahan kamu saat ini, aku akan memerintahkan kamu agar kamu tidak menyontek lagi ketika ujian sedang berlangsung. ( Sembari menunjuk roy yang sedang kebingungan )

Pak Asep : apa? Oh jadi kamu kemarin itu nyontek ya roy? Oke kalau begitu saya akan mengurangi 5 poin lagi dari hasil ujian kamu!!

Roy : waduh apa sekali aku hari ini ( Sambil mengacak – ngacak rambutnya )

Akhirnya dari situ Roy menyadari bahwasanya mencontek itu adalah perbuatan yang tidak baik,  dan Roy berjanji untuk seterusnya ia tidak akan lagi menyontek dan akan lebih berusaha Untuk dapat belajar dengan bersungguh-sungguh.

Contoh Teks Drama Singkat

Judul : Menentukan masa depan

Di sebuah rumah hiduplah seorang anak remaja bernama  Rudi.  Rudi merupakan seorang anak kelas 3 SMA yang sebentar lagi akan memasuki jenjang perkuliahan.  Rudi di ajak untuk berbincang bersama dengan ibunya ayahnya dan juga neneknya di sebuah ruang keluarga. Ayah dan ibunya Ari menanyakan tentang kelanjutan sekolahnya Ari untuk melanjut kan nya ke perguruan tinggi. Akan tetapi ayah dan ibunya Arii sebelumnya telah menentukan jurusan yang tepat untuk Ari di masa perkuliahan nanti,

Ayah : jadi Bagaimana nak. Apakah kamu sudah menentukan akan melanjutkan sekolahmu dan mengambil jurusan apa?

Ari : Sudah yah, aku sudah menentukan akan kemana melanjutkan  sekolahku dan mengambil jurusan apa.

Ibu : jadi kamu akan meneruskan sekolah mu kemana nak? Dan akan mengambil jurusan apa di sana ? ( Menghampiri sembari membawakan 4 cangkir teh untuk dirinya, ari,ayah, dan juga nenek)

Ari :  Ari ingin melanjutkan perkuliahan di salah satu perguruan tinggi di bandung, dan mengambil jurusan seni yah, bu.

Ayah : apa? apakah Ayah sudah salah dengar bahwa kamu akan mengambil jurusan seni ri? Kamu mau jadi apa setelah lulus kuliah nanti?

Ibu : iya nak sebaiknya kamu pikirkan lebih matang lagi,  kuliah itu untuk menentukan masa depan bukan hanya sekedar untuk bersenang-senang. Kamu juga perlu memikirkan akan menjadi apa setelah kamu lulus dari perkuliahan nanti. ( Saut ibu dengan menampakkan mimik wajah kesal )

Ayah : nah benar kata ibumu itu ri. Dengarkan itu. Jika kamu masih saja tidak mendengarkan ucapan ibumu, ayah tidak akan membiayaimu pada saat kuliah nanti.

Nenek : apa yang menjadi alasan Ari, sehingga Ari ingin mengambil jurusan seni?

Ari : ingin menjadi …..

Ibu : Sudahlahh rii, ayah dan ibu ingin kamu menjadi orang yang sukses. Jadi dengarkanlah kata – kata kami. Sebaiknya kamu mengambil jurusan ekonomi saja, agar nantinya kamu bisa kerja kantoran.

Nenek : ayah dan ibu kamu benar ri, Sebaiknya kamu coba fikirkan lebih matang lagi mengenai jurusan yang akan kamu ambil di masa perkuliahan nanti. Di luar dari pada jurusan tersebut, kamu kan masih bisa untuk mengasah bakat kamu dengan mengikuti kegiatan – kegiatan yang bersangkut paut dengan bakatmu itu.

Ayah : nahh, betul kata nenekmu ri.

Ari : Jika baiklah jika begitu, akan ari coba fikirkan kembali yah, nek, ibu. ( Sambil termenung

Untuk menjadi seseorang yang berbakti kepada orang tua kita harus mendengarkan apa-apa apa yang disampaikan oleh orang tua kita. Orang tua pun tidak akan menjerumuskan anak-anaknya dalam lubang kesusahan nantinya.

Contoh Teks Drama Satu babak

Judul : kepatuhan kepada kedua orang tua

Pada suatu hari hiduplah ke tiga orang sahabat yang bernama Lisa, Tomi, dan juga sinta. Pada suatu malam, di sebuah restoran yang jaraknya tidak jauh dari rumah mereka. Tommy tengah berbincang-bincang dengan Lisa. Tommy dan Lisa merupakan dua orang remaja yang sangat mematuhi kehendak dari orang tuanya.  lalu beberapa menit kemudian datanglah Sinta yang juga merupakan sahabat dari Tommy dan juga Lisa. Akan tetapi Sinta ini adalah orang yang sering membangkang kepada kedua orang tuanya atau bisa di katakan Sinta ini merupakan orang yang tidak patuh kepada kedua orang tuanya. Iya kerapkali melawan apa yang dikehendaki oleh kedua orang tuanya. 

Sinta: Kok kelihatannya kalian ini lagi serius banget sih ( Sambil berjalan mendekat ke arah tomi dan juga lisa, kemudian meanarik salah satu kursi yang ia jadikan sebagai tempat duduk nya )

Tommy : Hehehe nggak Kok, ini sin, si lisa tengah bercerita perihal kemarin,  dia disuruh untuk membeli perlengkapan rumah tangga namun Ia lupa untuk membelinya. 

Lisa : hehehe iya nih sin, kemarin tuh Aku disuruh Ibuku untuk membeli perlengkapan rumah tangga namun aku lupa untuk membelinya, kenapa ya akhir-akhir Ini aku menjadi pelupa 

Sinta : oohh, terus kenapa? kok masalah seperti itu aja kalian tanggapi dengan sangat serius?

Lisa : Bagaimana tidak Sin Ibuku telah menunggu-nunggu perlengkapan tersebut di rumah, akan tetapi aku malah lupa untuk memberikan sesuatu yang dia pesan.

Tomi : Nah betul itu, jadi untuk kamu Lisa, lain kali diingat-ingat lagi mengenai barang atau sesuatu yang dititip kan oleh orang tuamu. Agar nantinya kamu bisa membelikan barang itu.

Sinta: lah kok gitu aja harus kamu pikirin si lis, kalau kayak gitu mah Aku juga sering lupa ketika disuruh oleh ibu. Solusinya gampang saja, aku tinggal meminta Ayah untuk menemani Ibu membeli barang yang terlupakan olehku, bereskan.

Tomi : loh Sinta, kamu tidak boleh seperti itu kepada kedua orang tuamu. Ya sudah seharusnya Lisa menyesal karena ia lupa akan perintah dari orang tuanya.

Sinta : Ya mau bagaimana lagi namanya juga lupa, masa semua perintah dari orang tua harus kita turuti kan nggak begitu juga. ( Sembari melirik ke arah Lisa dan kemudian ke arah Tomi)

Lisa : Ya harus dong sin. orang tua kita menyuruh kita untuk melaksanakan sesuatu itu harus kita turuti,  Hal itu kan merupakan salah satu bentuk kepatuhan kita kepada kedua orang tua. Mereka juga kan telah membesarkan kita, telah susah payah merawat kita, sejak kita lahir hingga sampai sebesar ini. Masa disuruh seperti itu aja kamu ingkar in sih. 

Sinta: Ya tapi kan Lis, itu kan merupakan tugas dari mereka untuk merawat kita. 

Lisa : ( Menghela nafas panjang sambil menggelangkan kepalanya ) Astaghfirullahaladzim cinta kamu tidak boleh berperilaku seperti itu kepada orang tua kamu,  kamu harus menuruti Apa yang diperintahkan oleh orang tua kamu mu. Jika kamu durhaka kepada kedua orang tua kamu, maka nanti yang akan menerima akibat nya ya diri kamu sendiri.

Tomi : nah bener tuh apa yang disampaikan oleh Lisa kita tidak boleh melawan kepada kedua orang tua kita,  apalagi sampai durhaka kepada orang tua kita.

Sinta : Iya deh aku paham sekarang,  dan aku berjanji tidak akan lagi melawan perintah mereka. 

Lisa dan tomi : Nah gitu dong!

Melawan kedua orang tua merupakan sebuah tindakan yang tidak baik,  kita harus berbakti kepada kedua orang tua kita,  karena merekalah yang telah membesarkan Kita sejak kita balita  sampai dengan saat ini

Akhir kata

Itulah tadi ulasan kami mengenai contoh teks drama singkat atau sebuah narasi yang biasa di gunakan dalam pementasan sebuah drama. Semoga ulasan kali ini dapat bermanfaat, terimakasih telah membaca ulasan ini. Sampai jumpa di ulasan – ulasan kami selanjutnya.

Bagikan:

Also Read

Leave a Comment

Ads - Before Footer