Ketua Tim Statistik Distribusi dan Statistisi Ahli Madya BPS Sulteng, Akmal. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama Mei 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat total ekspor senilai US$1.512,21 juta atau turun menjadi US$141,25 juta (8,54 persen) dibandingkan bulan sebelumnya.

Ketua Tim Statistik Distribusi dan Statistisi Ahli Madya BPS Sulteng, Akmal mengaku bahwa kontribusi terbesar terhadap ekspor berasal dari besi dan baja senilai US$920,83 juta atau 60,89 persen dari total nilai ekspor.

“Tiongkok merupakan negara tujuan utama ekspor senilai US$638,96 juta atau 42,25 persen dari total nilai ekspor,” ungkapnya belum lama ini.

Sementara itu, Akmal mengatakan bahwa untuk Pelabuhan Bahodopi berperan sangat penting yang tercatat senilai US$1.176,07 juta atau 77,77 persen dari total nilai ekspor.

“Selama Januari-Mei 2023, total nilai ekspor tercatat US$7.844,61 juta melalui Sulawesi Tengah sebesar US$7.828,43 juta dan provinsi lain sebesar US$16,18 juta,” katanya.

Lain halnya, lanjut dia, dengan total impor selama Mei 2023 yang senilai US$1.026,08 juta atau mengalami kenaikan US$308,55 juta (43,00 persen) dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kontribusi terbesar impor berasal dari bahan bakar mineral senilai US$264,01 juta atau 25,73 persen dari total nilai impor,” katanya.

Sejauh ini, menurut Akmal Tiongkok merupakan negara asal impor terbesar senilai US$477,11 juta atau 46,50 persen dari total nilai impor.

“Pelabuhan Morowali berperan senilai US$977,17 juta atau 95,23 persen dari total nilai impor. Selama Januari-Mei 2023, total nilai impor tercatat US$3.548,09 juta,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas